IHSG Ditutup Melemah Tipis ke 8.271,77, Gerak Fluktuatif Sepanjang Pekan

  • 20 Feb 2026 20:37 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan dengan pelemahan tipis, setelah bergerak fluktuatif sepanjang periode 16–20 Februari 2026 yang dipersingkat oleh libur panjang.

Berdasarkan data perdagangan di Bursa Efek Indonesia, IHSG pada Jumat (20/2) ditutup di level 8.271,77 atau turun 2,31 poin setara 0,028 persen dibandingkan sesi sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan fase konsolidasi setelah penguatan signifikan yang terjadi di awal pembukaan pasca libur.

Pada pekan ini, aktivitas perdagangan hanya berlangsung selama tiga hari. Bursa tidak beroperasi pada Senin (16/2) dan Selasa (17/2) dalam rangka libur Tahun Baru Imlek. Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung lebih selektif dalam mengambil posisi saat perdagangan kembali dibuka.

Memasuki Rabu (18/2), IHSG langsung menunjukkan kinerja positif dengan kenaikan lebih dari 1 persen dan sempat menembus level psikologis 8.300. Penguatan ini didorong oleh aksi beli investor asing yang kembali masuk ke pasar domestik, serta sentimen positif dari stabilitas nilai tukar rupiah setelah periode libur panjang.

Namun, reli tersebut tidak berlangsung lama. Pada Kamis (19/2), IHSG mulai berbalik arah dan mengalami koreksi. Tekanan jual terlihat pada mayoritas saham, seiring investor yang memanfaatkan momentum kenaikan sebelumnya untuk melakukan aksi ambil untung. Pergerakan ini juga dipengaruhi oleh kecenderungan pasar global yang masih bergerak variatif.

Memasuki perdagangan Jumat (20/2), IHSG bergerak dalam rentang sempit sepanjang sesi. Meskipun sempat menguat pada awal perdagangan, indeks tidak mampu mempertahankan posisinya di zona hijau dan akhirnya ditutup melemah tipis. Minimnya sentimen baru serta sikap hati-hati investor menjelang akhir pekan turut membatasi ruang penguatan.

Secara keseluruhan, pergerakan IHSG selama sepekan mencerminkan pola rebound pasca libur yang diikuti oleh fase penyesuaian. Level 8.300 menjadi area resistensi yang belum mampu ditembus secara konsisten, sementara area 8.200 menjadi batas bawah yang relatif mampu menahan tekanan.

Di sisi lain, aliran dana asing masih menjadi salah satu faktor penopang utama pasar, meski tidak cukup kuat untuk menjaga tren penguatan hingga akhir pekan. Investor domestik pun cenderung melakukan rotasi sektor dan menjaga likuiditas di tengah ketidakpastian arah pasar global.

Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati perkembangan sentimen eksternal maupun domestik pada pekan berikutnya, termasuk arah kebijakan ekonomi global dan pergerakan nilai tukar, yang berpotensi memengaruhi arah IHSG dalam jangka pendek.

Rekomendasi Berita