Budidaya Bawang Merah Tetap Optimal Saat Hujan

  • 07 Feb 2026 11:09 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Budidaya bawang merah tidak selalu harus dilakukan pada musim kemarau. Dengan teknik perawatan yang tepat, tanaman ini tetap mampu tumbuh dan menghasilkan panen optimal di tengah curah hujan tinggi.

Pengalaman tersebut dibuktikan oleh Mas Ari, petani asal Kecamatan Tempel, Sleman. Meski sebelumnya lebih sering menanam melon dan cabai, ia mencoba beralih ke bawang merah karena melihat peluang pasar yang masih terbuka lebar. Di wilayah tersebut, jumlah petani bawang merah masih terbatas sehingga tingkat persaingan relatif rendah.

Menurut Mas Ari, musim hujan memang memiliki tantangan tersendiri, salah satunya risiko penyakit moler akibat kelembapan tinggi. Untuk mengatasinya, ia menerapkan teknik budidaya menggunakan mulsa plastik guna menjaga kestabilan kelembapan tanah, menekan pertumbuhan gulma, serta membantu pembentukan umbi.

Dalam praktiknya, jarak tanam diatur sekitar 20 x 20 sentimeter dengan lubang tanam berdiameter tiga inci. Bibit yang digunakan berasal dari umbi dengan kebutuhan sekitar 180 kilogram. Dari perhitungan lapangan, satu kilogram bibit dapat menghasilkan 12 hingga 15 kilogram bawang merah. Dengan harga jual mencapai sekitar Rp25.000 per kilogram, masa tanam yang relatif singkat sekitar dua bulan mampu menghasilkan nilai panen hingga puluhan juta rupiah.

Perawatan tanaman selama musim hujan dilakukan dengan pendekatan yang berbeda dibandingkan musim kemarau. Pengairan sepenuhnya mengandalkan air hujan tanpa penyiraman tambahan, sehingga risiko kelebihan air yang dapat memicu penyakit akar dapat diminimalkan.

Pemupukan dilakukan secara bertahap menggunakan metode kocor setiap 10 hari sekali. Pada tahap awal, pemupukan difokuskan untuk merangsang pertumbuhan akar dan daun. Selanjutnya, nutrisi diarahkan untuk memperkuat fase vegetatif hingga pembesaran umbi. Penggunaan asam humat dilakukan secara rutin untuk meningkatkan efisiensi serapan nutrisi serta menjaga kondisi tanaman tetap stabil.

Selain itu, aplikasi silika dan kalsium turut membantu memperkuat batang tanaman. Metode ini terbukti mampu menjaga tanaman tetap kokoh meski sempat diterpa angin kencang. Pengendalian hama dan penyakit juga dilakukan secara terukur melalui penyemprotan fungisida, insektisida, serta nutrisi daun dengan dosis ringan.

Mas Ari juga memperhatikan kondisi pH tanah yang cenderung menurun saat musim hujan. Untuk menjaga kestabilannya, ia memanfaatkan kombinasi kalsium dan asam humat guna memperbaiki struktur tanah dan menjaga kesehatan perakaran tanaman.

Dengan penerapan teknik budidaya yang adaptif, bawang merah tetap berpotensi memberikan hasil panen yang menjanjikan meski ditanam pada musim hujan. Kondisi ini membuka peluang bagi petani untuk memanfaatkan musim penghujan sebagai waktu tanam alternatif.

Rekomendasi Berita