Liburan ke Carita? Wajib Mampir ke Wisata Keramba Apung
- 13 Apr 2024 19:36 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Musim libur Lebaran Idulfitri tahun 2024, mungkin menjadi salah satu liburan terpadat di Kawasan Pantai Carita, Pandeglang setelah pandemi Covid-19. Sejak satu hari setelah lebaran, kawasan eksotis ini sudah dipadati oleh ribuan wisatawan dari berbagai daerah.
Sampai hari ketiga pascalebaran, hampir tidak ada ruang “nganggur” disepanjang Carita. Berbagai titik pantai di kawasan ini sudah dipenuhi wisatawan sejak pagi hari.
Dibalik eksotisme Pantai Carita, ada satu spot wisata yang tidak boleh dilewatkan bila Anda berkunjung ke sini, yaitu wisata Keramba Konservasi. Destinasi yang berada di Desa Sukarame ini mengajak wisatawan untuk menikmati laut di atas keramba apung.
Baca juga:
Wisatawan Minati Wisata Edukasi Konservasi Alam Bawah Laut Desa Sukarame
Dikelola oleh Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut (KABL), objek wisata ini menawarkan sensasi berwisata yang berbeda. Selain bisa menikmati laut lepas di atas keramba apung, wisatawan juga bisa merasakan keindahan bawah laut Carita melalui snorkeling, memberi makan ikan Nemo yang cantik, sampai belajar transplantasi terumbu karang.
Ketua Kelompok KABL, Arip menuturkan, di musim libur lebaran kali ini pihaknya menerima banyak kunjungan wisatawan yang ingin menikmati berenang di tengah laut. Sebagian besar mereka adalah wisatawan yang berasal dari pantai umum disekitar Keramba Konservasi.
“Wisata di keramba sendiri itu rata-rata yang ada di (Pantai) Lagundi, Pasir Putih, atau Karangsari. Mereka diantar melalui Banana Boat. Kegiatannya snorkeling atau hanya selfie atau sekadar kasih makan ikan,” katanya, Sabtu (13/4/2024).

Arip menyebut, ada tiga keramba apung yang disediakan oleh Kelompok KABL dengan masing-masing ukuran 7 x 6 meter sebanyak 2 unit dan 1 unit berukuran 5 x 5 meter. Setiap harinya, ketiga keramba apung itu selalu dipenuhi wisatawan. Sejak H+1 lebaran, rata-rata ada 1.000 kunjungan wisatawan.
“Aktivitas wisata tidak dibatasi, tapi ketika memang full kita tidak menerima, gitu. Dari catatan kami, minimal 1.000 per hari,” ucap dia.
Arip menyebut, untuk menikmati wisata keramba apung ini, wisatawan dikenakan tarif sebesar Rp15.000 untuk satu kelompok yang berisi tujuh orang. Biaya yang didapat itu, nantinya digunakan kembali untuk kegiatan konservasi ekosistem bawah laut.
Baca juga:
600 Ribu Wisatawan Diprediksi Padati Pandeglang Selama Libur Lebaran 2024
“Hasil musyawarah dengan pihak boat itu Rp15.000 satu untuk boat yang biasanya berisi tujuh orang,” katanya.
Arip menyebut, sampai H+3 lebaran tahun ini, animo wisatawan yang berkunjung ke Keramba Konservasi lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa minat wisatawan untuk mengetahui mengenai konservasi alam bawah laut Carita sudah lebih besar. Meski begitu dia menyadari belum seluruh wisatawan yang berkunjung ke keramba apung memiliki kepedulian terhadap konservasi alam bawah laut.
“Dari 1.000 kunjungan per hari, paling 40 persen dari total pengunjung yang menunjukkan ketertarikannya dengan alam bawah laut Carita dengan melakukan snorkeling. Sisanya banyak yang hanya ingin selfie, berenang biasa, dan melihat ikan dari atas,” katanya.
/hk1dtgagnv5wkpc.jpeg)
Meski kunjungan wisatawan tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan, namun Arip dan kelompoknya tetap memperhatikan soal ekosistem bawah laut di kawasan Pantai Ketapang, Desa Sukarame. Dia mengingatkan wisatawan agar tidak merusak ekosistem di bawah laut.
“Kita bikin berbagai imbauan ketika datangnya tamu itu, kita kasih tahu supaya apa yang kita lakukan, liburan kita tidak merusak. Tentunya ini bukan awal atau akhir liburan kita, karena memang liburan ini adalah awal untuk satu tahun ke depan,” ujar dia.
Dirinya berharap ke depan ada ponton atau keramba tambahan untuk bisa menampung wisatawan lebih banyak. Apalagi saat ini, KABL menjadi satu-satunya spot snorkeling dan transplantasi terumbu karang di wilayah Carita.
“Kita diberikan luas laut untuk dikelola itu oleh Kementerian Kelautan itu seluas 17,3 hektare. Cuma yang kita fokus pada saat ini kita di 3 hektare dulu yang disekitar wilayah Pantai Sukarame,” ucap Arip.
Baca juga:
Minim PJU dan Macet Jadi Tantangan Wisatawan ke Pandeglang
Nah, bagi Anda yang ingin melihat keindahan Pantai Carita dari sudut lain, objek wisata Keramba Konservasi ini patut dicoba. Selain bisa menikmati keindahan alamnya, pengunjung juga akan mendapat edukasi mengenai ekosistem bawah laut Pantai Carita yang eksotis.
Oya, sekadar informasi, Desa Sukarame yang menjadi lokasi wisata ini, merupakan salah satu desa dari 50 desa terbaik se-Indonesia yang mendapatkan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dari Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tahun 2021.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....