Dongkrak Ekonomi Warga, Tiket Gunung Gedor Di-Bundling UMKM Lokal
- 20 Agt 2026 14:01 WIB
- Banten
Poin Utama
- Pengelola wisata Gunung Gedor Serang meluncurkan inovasi paket bundling mulai Agustus 2026 yang menggabungkan tiket masuk dengan produk olahan UMKM lokal.
- Pengunjung hanya perlu membayar Rp10.000 untuk mendapatkan tiket masuk Rp5.000 dan camilan khas warga senilai Rp5.000 dalam satu paket terintegrasi.
- Strategi bundling ini dirancang khusus untuk meningkatkan pendapatan dan penjualan produk dari pelaku UMKM di Kelurahan Cibendung, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.
RRI.CO.ID, Serang - Pengelola kawasan wisata Gunung Gedor di Kelurahan Cibendung, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, punya cara unik untuk meningkatkan pendapatan pelaku UMKM lokal. Mulai Agustus 2026 ini, para pendaki yang berkunjung bisa langsung membawa pulang produk olahan warga hanya dengan membeli tiket masuk.
Konsep yang diusung adalah sistem paket bundling. Pengunjung cukup merogoh kocek Rp10.000, yang mencakup tiket masuk sebesar Rp5.000 dan camilan khas warga senilai Rp5.000.
Lurah Cibendung, Yanti Nur Nasyiatul Aisyiyah menjelaskan, langkah ini diambil agar wisatawan bisa langsung mencicipi produk lokal sepanjang jalur pendakian.
“Yang datang itu sekalian kita kasih produk itu. Intinya kemasannya tetap Rp5.000, jadi totalnya Rp10.000,” kata Yanti, Kamis, 20 Agustus 2026.
Dua olahan unggulan yang disodorkan kepada wisatawan yakni Red Crunch—keripik kulit tangkil kering—dan Nana Crunch atau keripik pisang. Selama ini, pemasaran dua camilan khas Cibendung tersebut terbilang terbatas dan baru dijajakan di Posko 1 Gunung Gedor.
Yanti menyebut, harga eceran produk warga sebenarnya berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000. Demi mendongkrak omzet, pihak kelurahan juga terus mendampingi warga untuk membenahi kemasan agar lebih menarik dan dilirik pasar ritel modern.
“Produk kita nanti mudah-mudahan bisa masuk ritel modern seperti Indomaret dengan kemasan-kemasan yang memang lebih menarik,” ujarnya.
Mengenai tarif tiket dasar sebesar Rp5.000, Yanti menilai harga tersebut sangat ramah di kantong, mengingat fasilitas dan spot foto di kawasan Gunung Gedor masih dalam tahap pembenahan.
Meski begitu, beberapa fasilitas dasar seperti toilet di area parkir, kantong parkir yang lebih luas, dan Posko 1 sudah siap diakses pengunjung. Hasil penjualan tiket nantinya diputar kembali untuk operasional serta pembenahan fasilitas wisata.
Lewat terobosan bundling ini, Yanti berharap kawasan Gunung Gedor bisa menjelma menjadi kampung wisata mandiri yang mampu memutar roda ekonomi warga setempat.
“Harapannya ini benar-benar bisa jadi kampung wisata yang membuat masyarakat di situ hidup dan perekonomiannya berputar,” ucap Yanti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....