Desa Wisata Bukit Sinyonya Jadi Lokasi Belajar Mahasiswa dari 13 Negara

  • 21 Jul 2026 14:01 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Desa Wisata Bukit Sinyonya di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang menarik perhatian wisatawan internasional dengan 138 pengunjung dari 13 negara.
  • Program wisata ini mengedepankan pendekatan berbasis edukasi, budaya, dan lingkungan dengan melibatkan wisatawan secara langsung dalam kehidupan masyarakat desa.
  • Kunjungan wisatawan mancanegara pada 21 Juli 2026 menunjukkan meningkatnya daya tarik desa wisata sebagai destinasi alternatif yang menggabungkan pengalaman autentik dengan pembelajaran budaya lokal.

RRI.CO.ID, Pandeglang - Desa Wisata Bukit Sinyonya di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, makin dilirik mata internasional. Sebanyak 138 mahasiswa dan wisatawan mancanegara asal 13 negara kepincut untuk menjajal langsung tradisi dan kehidupan warga desa setempat, Selasa, 21 Juli 2026.

Kedatangan rombongan turis asing ini menjadi bagian dari program wisata berbasis edukasi, budaya, dan lingkungan. Tak sekadar menikmati pemandangan alam Bukit Sinyonya, para peserta diajak lebur bersama masyarakat desa.

Selama di lokasi, mereka menjajal berbagai seni tradisi khas Banten. Mulai dari memperagakan jurus pencak silat, menjajal canting batik, memainkan angklung, hingga menjajal permainan tradisional Sunda.

Pengelola Desa Wisata Bukit Sinyonya yang juga Kepala Desa Bandung, Wahyu Kusnadiharja menyebut, kedatangan tamu internasional ini menjadi momentum penting untuk mempromosikan potensi pariwisata Pandeglang ke panggung dunia.

"Ini jadi kebanggaan buat kami. Lewat Desa Wisata Bukit Sinyonya, kami ingin kenalkan budaya dan kearifan lokal Indonesia ke negara-negara sahabat. Semoga dari sini lahir persahabatan, jaringan kolaborasi, dan makin banyak turis yang makin kenal Pandeglang," ujar Wahyu, Selasa, 21 Juli 2026.

Sementara International Office Manager Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Septian Sugara, membeberkan alasan memilih Bukit Sinyonya. Menurutnya, desa ini punya modal kekayaan adat dan budaya yang masih relatif murni.

"Ada 138 peserta dari 13 negara, mulai dari kawasan Eropa, Timur Tengah, sampai ASEAN. Selama seminggu mereka belajar soal keberlanjutan (sustainability) dan kebudayaan Indonesia," kata Septian.

Diharapkan, sepulangnya dari Bukit Sinyonya, para mahasiswa asing ini bisa menjadi 'duta' yang membagikan pengalaman dan cerita tentang keanekaragaman budaya Indonesia di negara asal masing-masing.

Dengan mengedepankan pelestarian budaya, semangat gotong royong, serta kepedulian terhadap lingkungan, Bukit Sinyonya membuktikan bahwa desa di Indonesia mampu menjadi jembatan diplomasi budaya sekaligus memperkenalkan identitas bangsa kepada masyarakat dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....