Bus Wisata dari Pandeglang Diarahkan Keluar Tol Cilegon Timur

  • 22 Mar 2026 12:50 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang mengajukan skema pengalihan arus bus pariwisata menuju kawasan Carita melalui pintu tol Cilegon Timur guna menghindari kemacetan di jalur sempit. Langkah ini diambil sebagai respons atas keterbatasan lebar jalan nasional di wilayah Pandeglang yang hanya mampu menampung satu lajur kendaraan di setiap sisi. Pengalihan ini dinilai lebih efektif karena infrastruktur jalan dari arah Cilegon menuju pesisir jauh lebih luas dibandingkan jalur via Rangkasbitung.

Kepala Bidang Destinasi, Disparbud Pandeglang, Rosy Sukmawati menyebut, koordinasi dengan Dinas Perhubungan telah dilakukan untuk mengurai simpul kepadatan. Jalur keluar tol Rangkasbitung seringkali dianggapnya mengalami kepadatan parah saat volume kendaraan pribadi dan bus besar bertemu di ruas jalan yang terbatas. Kebijakan ini diharapkannya dapat mempercepat akses wisatawan menuju destinasi unggulan tanpa harus terjebak antrean panjang di jalur arteri utama.

"Kami mengajukan untuk bus tidak masuk ke kawasan Pandeglang lewat Rangkas, bus diminta keluar tol Cilegon jika mau ke Carita karena jalan nasional kita kecil dan sempit. Keluar tol Cilegon jauh lebih efektif karena jalannya besar dan kawasannya lebih luas untuk manuver kendaraan besar," kata Rosy Sukmawati.

Kepadatan di titik Mengger dan persimpangan menuju kawasan pesisir menjadi perhatian serius Disparbud dalam rapat koordinasi lintas instansi. Selain bus, menurutnya keberadaan angkutan kota yang berhenti sembarang tempat juga diidentifikasi sebagai pemicu utama kemacetan di pusat kota Pandeglang.

Rosi mengatakan rekayasa jalur ini juga mempertimbangkan aspek geografis Pandeglang yang sering menjadi jalur alternatif saat kawasan Anyer mengalami kepadatan total. Menurutnya pengaturan arus bus ini merupakan upaya sistematis untuk mencegah terjadinya penguncian arus lalu lintas (gridlock) di wilayah perkotaan. menurutnya sosialisasi rute ini telah disampaikan kepada para pelaku jasa transportasi agar dapat menyesuaikan rencana perjalanan mereka.

Pemerintah daerah berharap strategi pengaturan jalur ini mampu menekan angka kemacetan total yang sering dikeluhkan wisatawan pada tahun-tahun sebelumnya. Kelancaran akses menuju lokasi wisata dinilainya menjadi kunci utama dalam mendatangkan kembali pengunjung di masa mendatang.

"Koordinasi sudah dilakukan untuk lokasi-lokasi yang suka krodit, terutama karena Pandeglang sering jadi buangan arus kalau Anyer macet total," tambahnya

Ia menilai eEfektivitas jalur Cilegon Timur akan dipantau secara berkala melalui laporan posko siaga wisata di lapangan. Jika kepadatan tetap terjadi, otoritas berwenang telah menyiapkan skema cadangan rekayasa lalu lintas di simpul-simpul jalan arteri. Namun fokus utama tetap pada kenyamanan wisatawan agar perjalanan menuju objek wisata tidak terhambat kendala teknis di jalan raya.

.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....