Wisata Pantai Masih Dominasi Tren Wisata Pandeglang 2025
- 24 Jan 2026 14:55 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Lanskap alam Kabupaten Pandeglang masih menjadi tulang punggung sektor pariwisata daerah pada tahun 2025. Dengan total kunjungan mencapai 2,48 juta orang, mayoritas wisatawan memilih destinasi berbasis pantai dan pegunungan. Luasnya garis pantai yang mencapai 307 kilometer menjadi alasan utama wisata air ini tetap mendominasi pasar wisata Pandeglang.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang, Rahmat Zultika, mengatakan Pasir Putih masih menduduki peringkat pertama kunjungan terbanyak dengan jumlah kunjungan mencapai 350 ribu wisatawan. Disusul oleh destinasi populer lainnya seperti Lagundi, Pantai Pandan, dan Karangsari di kawasan Carita. Dominasi wisata alam ini menurutnya menunjukkan karakter wisatawan Pandeglang yang cenderung menyukai aktivitas luar ruangan.
"Tren wisata kita masih di pantai karena memang garis pantai kita sangat panjang dan banyak daerah tujuan wisata yang berkembang di sepanjang jalur tersebut," ucap Rahmat, Sabtu 24 Januari 2026.
Selain pantai, Disparbud menilai sektor wisata gunung mulai merangkak naik sebagai alternatif destinasi. Pandeglang memiliki keunggulan geografis dengan adanya Gunung Karang, Pulosari, dan Asepan yang kini mulai dikelola secara profesional. Menurut Rahmat aktivitas di pegunungan ini menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang jenuh dengan suasana pesisir.
"Wisata alam kita dominan, mulai dari pantai hingga gunung tertinggi di Banten. Ini adalah aset yang harus dijaga tata kelolanya agar kenyamanan pengunjung tetap terjamin," ujar Rahmat.
Selain itu, Disparbud menilai adanya peluang besar untuk mengembangkan sport tourism dan budaya, sebagaimana tercermin dalam kegiatan Gebrag Ngadu Bedug dan Rhino Eco Run yang sukses menarik minat wisatawan nusantara maupun mancanegara pada tahun ini.
Rahmat menegaskan kunci keberlanjutan tren positif ini adalah sinergi antara masyarakat dan pengelola. Kesadaran pengelola untuk membenahi destinasi secara mandiri telah berdampak pada kenaikan jumlah wisman pada akhir 2025.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....