Lebak Menenun Meriahkan Peringatan Hari Jadi ke 197

  • 22 Des 2025 16:59 WIB
  •  Banten

KBRN, Lebak: Pemerintah Kabupaten Lebak menggelar program “Lebak Menenun” sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Lebak ke-197. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah daerah dalam melestarikan budaya sekaligus mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Program Lebak Menenun merupakan inisiatif kolaboratif yang mengusung semangat “Lebak RUHAY”. Melalui kegiatan ini, pemerintah berfokus pada promosi kerajinan tenun tradisional khas Banten, khususnya tenun yang berasal dari wilayah Kabupaten Lebak. Selain sebagai bentuk pelestarian warisan leluhur, Lebak Menenun juga diharapkan mampu memperkenalkan potensi lokal Lebak ke tingkat yang lebih luas.

Tenun tradisional dinilai memiliki nilai seni tinggi sekaligus peluang pasar yang menjanjikan. Program ini menitikberatkan pada pelibatan masyarakat lokal, terutama kaum perempuan. Mereka didorong untuk terus mengembangkan keterampilan menenun sebagai upaya menjaga tradisi sekaligus membuka peluang kemandirian ekonomi keluarga.

Salah satu ikon utama yang diangkat dalam Lebak Menenun adalah Tenun Baduy. Tenun ini dikenal memiliki keunikan motif dan warna yang khas, mencerminkan nilai budaya serta filosofi masyarakat Baduy. Beberapa motif Tenun Baduy yang menjadi sorotan antara lain poleng hideung, poleng paul, dan mursadam. Proses pembuatannya membutuhkan waktu beberapa hari dengan tingkat ketelitian dan keterampilan tinggi, sehingga menghasilkan kain bernilai seni dan budaya yang tinggi.

Sebagai langkah konkret pelestarian, Pemerintah Kabupaten Lebak telah melaksanakan kegiatan konservasi dan edukasi pada 20 dan 21 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan langsung di pusat pelatihan menenun di pemukiman masyarakat Baduy. Peserta kegiatan terdiri dari Putra Putri Batik dan Tenun Lebak serta perwakilan Industri Kecil Menengah (IKM) Provinsi Banten.

Mereka terlibat langsung mempelajari proses menenun secara tradisional dari para perajin setempat. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Yosep Muhamad Holis, di Rangkasbitung mengatakan program Lebak Menenun memiliki tujuan jangka panjang bagi daerah. “Melalui Lebak Menenun, kami ingin menjaga keberlanjutan warisan budaya tenun sekaligus mendorong masyarakat, khususnya perempuan, agar mampu menjadikan tenun sebagai sumber ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” ujar Yosep, Senin (22/12/2025).

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai budaya lokal. Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat.

Puncak rangkaian Lebak Menenun dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 27 Desember 2025, bekerja sama dengan ZQ Production. Acara puncak akan diisi dengan Parade Busana Tenun Baduy, talkshow inspiratif bersama inovator bisnis tenun, serta Tim Pemajuan Kebudayaan.

Selain itu, kegiatan juga akan diramaikan dengan lelang Tenun Baduy yang hasilnya didonasikan untuk korban bencana alam di Sumatera dan Aceh, penampilan pencak silat Panglipur se-Kabupaten Lebak, serta ajang Lebak Mencari Bakat 2025, sebagai penutup rangkaian acara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....