Kerajinan Baduy Diminati Wisatawan Nusantara

  • 22 Des 2025 16:52 WIB
  •  Banten

KBRN,Lebak: Perkampungan Suku Baduy di Kabupaten Lebak, Banten, tidak hanya dikenal dengan kearifan lokal dan budaya adatnya, tetapi juga dengan beragam hasil kerajinan tangan yang diproduksi langsung oleh warganya. Saat berkunjung ke perkampungan Baduy, wisatawan akan dengan mudah menjumpai rumah-rumah warga yang menjual berbagai pernak-pernik kerajinan khas Baduy.

Seluruh produk tersebut merupakan hasil karya warga Baduy sendiri. Aneka kerajinan yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari gelang, gantungan kunci, cangkir, tas koja, ikat kepala, blangkon khas Baduy, madu asli, hingga kain tenunan tradisional. Kerajinan tersebut dijual langsung di rumah masing-masing warga. Hal ini dilakukan karena hampir setiap hari selalu ada wisatawan yang datang berkunjung dan membeli hasil karya mereka sebagai oleh-oleh.

Harga kerajinan Baduy pun bervariasi, mulai dari Rp10 ribu untuk pernak-pernik sederhana hingga mencapai Rp1,5 juta, terutama untuk produk kain tenun dengan motif tertentu. Khusus untuk kain tenun, sebagian besar warga Baduy mengolahnya dengan sistem kerja sama bersama pemilik modal yang berasal dari luar wilayah Baduy.

Hal ini disebabkan keterbatasan modal yang dimiliki oleh para perajin. Ambo Anton (37), seorang ibu rumah tangga warga Baduy yang ditemui saat tengah menenun, mengaku telah menekuni kerajinan tenun sejak usia 15 tahun dengan sistem bagi hasil. “Saya sudah menenun sejak umur 15 tahun. Untuk satu kain biasanya membutuhkan waktu dua sampai tiga minggu, tergantung motifnya,” ujar Ambo Anton saat ditemui di rumahnya, Senin (22/12/2025).

Ia menambahkan, hasil tenunannya dipasarkan dalam berbagai jenis dan motif, yang kemudian dijual kepada wisatawan maupun melalui kerja sama dengan pemilik modal dari luar Baduy.

Evi (50), seorang wisatawan asal Pekanbaru, mengaku terkesan dengan suasana perkampungan Suku Baduy yang masih alami dan menjaga tradisi leluhur. “Suasananya sangat berbeda dan tenang. Saya membeli beberapa souvenir dan madu asli Baduy, semuanya unik dan khas,” kata Evi.

Evi berharap suatu hari nanti dapat kembali mengunjungi perkampungan Suku Baduy untuk menikmati suasana adat sekaligus membeli kembali kerajinan tangan khas yang sarat nilai budaya tersebut.

Rekomendasi Berita