Pelaku Wisata Pandeglang Harus Sasar Wisatawan Mancanegara

  • 23 Feb 2025 15:50 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Pelaku pariwisata di Kabupaten Pandeglang, Banten, khususnya hotel dan restoran, disarankan untuk memperluas promosinya agar bisa menggaet Wisatawan Mancanegara (Wisman).

Soalnya kunjungan Wisman ke Pandeglang masih tergolong rendah. Padahal, Pandeglang memiliki potensi pariwisata yang bisa diminati pelancong dari luar negeri. Apalagi kini ada pemangkasan anggaran pemerintah, yang membuat sumber pendapatan pelaku perhotelan akan berkurang.

“Sebenarnya ini (pemangkasan anggaran) tantangan kita supaya bagaimana juga mulai memasarkan destinasi ke market luar negeri. Karena kalau kita hitung, ya Indonesia, apalagi Banten, kunjungan wisatawan dari luar kan boleh dibilang sangat kecil,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pandeglang, Widiasmanto, Sabtu (23/2/2025).

Baca juga: Kunjungan Turis Asing ke Banten 2024 Tertinggi Pasca-Pandemi

Dia mengatakan, meningkatnya kunjungan Wisman ke Indonesia, bahkan ke Provinsi Banten tahun 2024 lalu, harus dijadikan peluang untuk menggiring Wisman mampir ke Pandeglang. Apalagi Widi menilai, banyak destinasi di Pandeglang yang eksotis.

Market dari Singapura, Malaysia, Korea atau Eropa. Karena setahu saya, (wisatawan) Eropa suka dengan alam, di Pandeglang ada Ujung Kulon, Gunung Anak Krakatau,” ucapnya.

Peningkatan jumlah kunjungan Wisman tahun lalu membuktikan bahwa kepercayaan terhadap pariwisata di Banten terus membaik. Hal ini harus dimanfaatkan pelaku pariwisata untuk meyakinkan mereka mendatangi destinasi yang ada di Pandeglang.

Baca juga: Angka Kunjungan Wisatawan ke Pandeglang Tahun 2024 Anjlok

“Sekalipun tahun kemarin peningkatan wisatawan luar negeri ada peningkatan ke Indonesia, tapi kalau dibanding dengan negara tetangga, misalnya Thailand, kita masih jauh tertinggal,” katanya.

Widi menilai, dengan adanya pemberlakuan efisiensi anggaran pemerintah saat ini, harusnya memacu pelaku pariwisata untuk lebih kreatif dalam memasarkan usaha wisatanya. Mereka disarankan perlu memperluas jangkauan promosinya agar bisa menyentuh wisatawan mancanegara.

“Sebaiknya ya kita harus mulai melebarkan sayap, membangun jejaring dengan para stakeholder lain terutama di Travel Agent yang punya networking ke international market,” ujar Widi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....