Sekartani Dorong Kemandirian Pangan Lewat Inovasi Sayuran Lokal

  • 13 Sep 2025 14:17 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Kelompok Tani Sekartani di Desa Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, menjadi contoh nyata kemandirian pangan masyarakat. Sejak berdiri pada 2009, kelompok ini konsisten mengembangkan berbagai jenis sayuran hortikultura dengan memanfaatkan lahan seluas 13 hektare.

Pengelola Kelompok Sekartani, Ida Romdonah mengatakan kegiatan Sekartani tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat sekitar, terutama kaum ibu. Dari 25 anggota yang aktif, mayoritas merupakan ibu rumah tangga dengan usia diatas 30 tahun. Menurutnya kehadiran ibu-ibu bisa menjadi penggerak ekonomi keluarga sekaligus menjamin ketersediaan pangan dalam rumah tangga.

“Ketika seorang wanita punya penghasilan, maka dia membantu perekonomian keluarganya. Kesejahteraan itu akan melahirkan keharmonisan, kerukunan, sekaligus pendidikan anak-anak yang lebih baik,” ujarnya, Sabtu (13/9/2025).

Baca juga: Efektivitas Kartu Tani Dikeluhkan Petani, Begini Jawaban Mentan

Jenis komoditas yang dikembangkan pun cukup beragam, mulai dari cabai, tomat, bawang, hingga sayuran daun, dengan harga berpariasi mulai dari Rp.5.000. Hasil panen tidak hanya dijual segar kepada pedagang dan tengkulak, tetapi juga dikemas menjadi paket praktis, seperti sayur asem dan sayur kelor. Inovasi ini dinilai efektif dalam menjaga daya saing sekaligus memberikan kemudahan bagi konsumen.

Dari sisi pemasaran, produk Sekartani sebagian besar dipasok ke pasar tradisional Pandeglang agar cepat terserap. Namun, jangkauan distribusi juga telah meluas ke daerah lain, seperti Serang, Tangerang, hingga Jakarta. Sistem distribusi sederhana tetap dipilih untuk mengurangi risiko kerugian akibat lambatnya perputaran hasil panen.

Meski demikian, tantangan masih dihadapi, terutama fluktuasi harga komoditas. Untuk menyiasatinya, Ida dan kelompoknya melakukan diversifikasi pascapanen, salah satunya dengan mengeringkan cabai saat harga anjlok untuk kemudian dijual kembali ketika harga stabil. Strategi sederhana tersebut terbukti mampu menjaga kestabilan pendapatan petani.

Baca juga: Tani Merdeka Indonesia Diminta Wujudkan Ketahanan Pangan

Sebagai kelompok tani skala UMKM, keterbatasan modal juga masih menjadi kendala dalam menembus pasar modern atau ritel konsinyasi. Namun, Sekartani tetap berkomitmen mengedepankan kualitas produk dan inovasi pengelolaan.

“Dengan sistem ini, penjualan lebih cepat karena hasil panen langsung dibayar. Kami memilih cara sederhana agar petani tidak terbebani risiko kerugian,” kata Ida.

Ida berharap keberadaan kelompok Sekartani ini dapat bermanfaat luas, baik bagi ketahanan pangan maupun kesejahteraan masyarakat. Dengan sinergi dari masyarakat, kelompok ini terus berkembang dan menjadi model pemberdayaan tani di Pandeglang. (Ridwan Maulana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....