Efektivitas Kartu Tani Dikeluhkan Petani, Begini Jawaban Mentan

  • 18 Jul 2023 21:29 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo enggan berkomentar soal efektivitas Kartu Tani yang diluncurkan lembaganya. Mentan memilih untuk membicarakan masalah ancaman el nino ketimbang program yang diluncurkan tahun 2016 silam itu.

"Kita berbicara el nino saja, kartu tani yang sekarang ini jangan bikin susah-susah yang seharusnya gampang," katanya menanggapi pertanyaan wartawan usai menghadiri gerakan percepatan tanam padi di Kampung Cigunung, Desa Cimanuk, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Selasa (18/7/2023).

Baca juga:

Antisipasi El-Nino, Mentan Lakukan Gerakan Percepatan Tanam Padi di Pandeglang

Program Kartu Tani diinisiasi oleh Kementerian Pertanian untuk mengefisienkan pendistribusian pupuk bersubsidi dengan tujuan hanya petani kecil yang menjadi sasaran pemberian subsidi/bantuan ini. Kartu tani dirancang secara khusus untuk untuk petani kecil yang implementasinya dimulai di Pulau Jawa.

Namun pada praktiknya, kartu itu belum dirasakan manfaatnya oleh petani. Seperti yang dialami Udin, petani asal Kampung Cigunung, Desa Cimanuk, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang. Menurutnya, sejak dibagikan, Kartu Tani milikinya justru hanya menjadi pajangan saja.

Baca juga:

Bupati Serang Dorong Petani Millenial Geluti Pertanian

"Saya belum tahu itu Kartu Tani mau seperti apa. Karena pernah saya mau coba beli pupuk pakai Kartu Tani tapi prosesnya ribet, harus nabung dulu ke bank. Kita juga harus minta surat apa gitu dari bank untuk bisa beli pupuk di agen," ujar Udin.

Sementara saat ini, dia bisa membeli pupuk subsidi hanya menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Membeli pupuk pakai KTP paling kita cuman nunjukin KTP, tidak ditanyakan soal Kartu Tani itu," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....