Konsistensi Usaha UMKM Pandeglang Masih Lemah
- 29 Agt 2025 16:35 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Pandeglang dinilai belum konsisten dalam menjalankan usahanya. Banyak pelaku UMKM yang kerap berpindah dalam menjalankan bisnis modelnya. Hal ini tercermin dalam karakter usaha mereka yang dinilai masih rapuh karena cenderung berpindah bidang, dari makanan, minuman, hingga jasa.
Pengawasan Koperasi dan UMKM pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Dinkoperindag) Kabupaten Pandeglang, Doni Romdoni menjelaskan, kecenderungan tersebut membuat usaha mereka tidak berjalan aktif dan berkesinambungan.
Baca juga: Pertumbuhan UMKM Dongkrak Perekonomian Daerah
Menurut dia, meski pertumbuhan pelaku UMKM di Pandeglang terus menunjukkan peningkatan dari sisi jumlah, Dinkoperindag menilai, persoalan mendasar UMKM bukan pada jumlah, melainkan pada keberlanjutan dan konsistensi usaha.
“Kegiatan usahanya ada, tapi sering hanya sebentar lalu berhenti. Sulit mendeteksi mana yang benar-benar konsisten,” kata Doni, Jumat (29/8/2025).
Doni mengungakpkan, tantangan utama industri UMKM di Pandeglang justru terletak pada keberlanjutan usaha dan kemampuan pelaku UMKM bertahan di tengah persaingan dan kondisi ekonomi yang dinamis.
Baca juga: Pemulihan Ekonomi, Irna Ajak Masyarakat Beli Produk UMKM Lokal
Untuk mengatasi hal itu, Dinkoperindag mengaku telah melakukan berbagai upaya pendampingan, mulai dari pelatihan produksi, manajemen usaha, hingga pemasaran baik secara offline maupun online. Tujuannya agar pelaku UMKM tidak hanya mampu membuka usaha, tetapi juga mandiri dan konsisten dalam mempertahankannya.
“Kami sudah fasilitasi pelatihan, promosi, hingga akses permodalan. Namun, kembali lagi, keberhasilan sangat tergantung pada keseriusan pelaku itu sendiri,” ucapnya.
Baca juga: Biar Naik Kelas, Pelaku UMKM Diberi Pelatihan Digital Marketing
Adapun berdasarkan data Dinkoperindag, dari 2023 sampai 2024 tercatat lebih dari 53 ribu UMKM telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Namun menurut Doni dari jumlah tersebut, sulit dipastikan seluruhnya benar-benar aktif menjalankan usaha atau tidak.
“Sektor perdagangan informal masih mendominasi UMKM di Pandeglang, seperti pedagang keliling dan pelaku usaha kecil lainnya,” ujar Doni. (Ridwan Maulana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....