Perempuan dan Disabilitas Dilatih Membuat Kerajinan dari Kain Perca

  • 11 Jan 2025 09:54 WIB
  •  Banten

KBRN, Cilegon: Banten Creative Disability (BCD) berkolaborasi dengan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Artomoro Kraf, menggelar kegiatan Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Inklusif bertajuk "Pemanfaatan Limbah Kain Perca Menjadi Produk Kelas Dunia".

Kegiatan yang digelar Kamis (09/01/2025) bertempat di Workshop Artomoro Kraf di Jalan Buyut Arman Nomor 46 RT. 001/RW.001 Citangkil, Kota Cilegon tersebut sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan usaha kreatif bagi kaum difabel dan ibu rumah tangga.

Baca juga: Komunitas Disabilitas Tertarik Ikut Lestarikan Terumbu Karang

Pendiri KUB Artomoro Kraf, Maria Josephine Samosir menuturkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program lembaganya yang juga disasar pada kaum disabilitas/difabel, khususnya di Kota Cilegon.

“Kegiatan pemberdayaan ini melibatkan sejumlah ibu rumah tangga dan penyandang disabilitas, berkolaborasi dengan BCD. Kami sangat senang bisa menjalin kerja sama dengan BCD untuk menggelar kegiatan ini," ujarnya.

Ia menegaskan produk kain perca dibuat dengan kualitas kelas dunia. Nantinya, produk yang dihasilkan ini akan diekspor ke Australia dan beberapa negara.

Baca juga: Hak Bekerja Penyandang Disabilitas di Banten Belum Terakomodir

Dalam kegiatan ini KUB Artomoro Kraf juga mengundang Irma Suryati, pengusaha penyandang disabilitas yang sukses sebagai pelaku usaha kain perca dan sudah ekspor ke luar negeri. Ia memberikan semangat kepada peserta agar mengikuti kegiatan tersebut dengan serius.

"Dengan semangat tinggi, sabar berproses dan tetap optimis, saya yakin pekerjaan ini akan mendapatkan hasil yang optimal. Meski dibuat dari bahan yang sederhana, kain perca ini dibuat untuk kualitas ekspor," ucap Irma.

Usai kegiatan KUB Artomoro Kraf dan perusahaan milik Irma Suryati menandatangani perjanjian kerjasama terkait hasil dan pemasaran kain perca untuk diekspor ke luar negeri. Hal tersebut merupakan bukti komitmen kedua lembaga tersebut untuk memberdayakan masyarakat, terutama kaum perempuan dan disabilitas agar bisa membuat produk yang berkelas dunia.

Baca juga: Perda Disabilitas Kota Serang Tinggal Implementasi

KUB Artomoro Kraf pun membuka peluang kepada para ibu rumah tangga, anak muda perempuan dan sahabat penyandang disabilitas yang berminat untuk bergabung dalam pembuatan produk limbah perca tersebut.

Ketua BCD, Muhammad Fajri mengaku bersyukur bisa menerima tambahan pengetahuan dan keterampilan membuat produk berbahan limbah kain perca yang diprioritaskan untuk ekspor ke sejumlah negara.

"Ini luar biasa dan pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Apalagi dengan kehadiran Ibu Irma Suryati yang siap memfasilitasi produk kain perca ini untuk diekspor ke beberapa negara," kata Fajri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....