BPBD Sebut Lima Kecamatan di Kabupaten Tangerang Rawan Banjir

  • 05 Des 2023 16:10 WIB
  •  Banten

KBRN, Tangerang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mulai memetakan lokasi rawan banjir. Saat ini terdapat lima kecamatan yang masuk dalam lokasi titik sangat rawan banjir. Meliputi Kecamatan Teluk Naga, Kecamatan Pasar Kemis, Kecamatan Tigaraksa, Kecamatan Cisoka dan Kecamatan Balaraja.

"Saat ini kami mencatat ada 5 lokasi yang masuk kedalam kategori sangat rawan (banjir). Kami imbau warga masyarakat harus terus waspada, jika terjadi suatu bencana seperti banjir segera hubungi BPBD Kabupaten Tangerang melalui panggilan kedaruratan 112," kata Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, Selasa (5/12/2023).

Baca juga:

Waspada! Ribuan Desa di Banten Berpotensi Banjir dan Longsor

Menghadapi musim penghujan, BPBD mengaku akan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi. BPBD Kabupaten Tangerang sudah menyiapkan 80 personel setiap hari di 12 pos BPBD.

"Ditambah tiga orang personel Pusdalops yang selalu siaga 24 jam menerima panggilan kedaruratan," ucapnya.

Dia menerangkan, saat ini banjir dan badai yang dipicu cuaca ekstrem tengah melanda sebagian besar wilayah di Kabupaten Tangerang. Karena itu, BPBD melakukan mitigasi bencana seperti banjir secara terpadu dengan melibatkan perangkat daerah terkait.

Selain itu, puluhan personel dan peralatan kedaruratan bencana seperti perahu karet, pompa air dan dapur logistik juga selalu disiagakan guna menghadapi situasi bencana yang bisa datang kapan saja. "Logistik untuk kedaruratan juga sudah disiapkan dan jika diperlukan nanti akan segera disalurkan sesuai dengan kebutuhan," ucapnya.

Baca juga:

Empat Kecamatan Terdampak Banjir, BPBD: Sebagian Besar Sudah Surut

Ujat mengatakan, dalam melakukan mitigasi bencana, BPBD juga telah melakukan peningkatan kapasitas masyarakat dalam penanganan kedaruratan bencana, yakni dengan menyiapkan titik kumpul, tempat evakuasi, jalur evakuasi serta membentuk kelompok siaga bencana di desa.

"Dalam hal ini peningkatan kapasitas masyarakat dalam melakukan penanganan kedaruratan menurut saya juga sangat penting. Disisi lain kami juga telah memiliki kelompok siaga bencana di setiap desa, mereka juga kami imbau untuk proaktif dengan cara memberikan informasi terkait dengan kejadian maupun membantu proses penanggulangan bencana," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....