Waspada! Ribuan Desa di Banten Berpotensi Banjir dan Longsor
- 11 Nov 2023 11:14 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Ribuan desa dan kelurahan di Provinsi Banten dideteksi rawan dilanda bencana banjir dan tanah longsor. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, sebanyak 1.079 desa di Banten rawan banjir dan 402 desa rawan longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Banten, Nana Suryana mengungkapkan, kerawanan itu perlu diwaspadai oleh masyarakat. Sebab saat ini sudah memasuki masa transisi musim kemarau ke musim penghujan.
Baca juga:
Basarnas Banten Imbau Masyarakat Waspadai Bencana Longsor
"Transisi dari kemarau dan hujan. Ada potensi banjir, kalau longsoran di kabupaten kota yang terjadi," katanya, Sabtu (12/11/2023).
Nana menyebut, faktor yang memengaruhi terjadinya banjir dan longsor adalah alih fungsi lahan serta penambangan liar. Di faktor alih fungsi lahan, ada beberapa daerah resapan air yang menjadi perumahan.
"Sementara penambangan liar, paling parah di Kabupaten Lebak. Bahkan, pada tahun 2020 terjadi banjir bandang dan longsor di daerah tersebut," ujar dia.
Baca juga:
Kantor SAR: Banten Butuh Pusat Informasi Bencana
Untuk mengantisipasi bencana alam tersebut, BPBD mengaku akan berkoordinasi dengan kabupaten/kota dengan stakeholder di setiap kabupaten kota, TNI Polri serta para relawan.
"Bahkan BPBD sudah menyiagakan alat dan personel dan posko BPBD di Kabupaten Lebak, Pandeglang, dan Kota Tangerang dan Kabupaten Serang. Posko tersebut untuk mempercepat penyebaran informasi dan memudahkan penanganan kepada masyarakat jika terjadi bencana," ucap Nana.
Baca juga:
BPBD Banten Terjun Tangani Banjir di Pandeglang dan Lebak
Meski harus waspada, namun BPBD juga menyarankan masyarakat tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, diminta untuk meningkatkan mitigasi bencana.
"Maka perlu di waspadai dari sekarang sampai beberapa bulan ke depan, tapi tetap tidak boleh panik, tetap menjalankan aktivitas seperti biasa," kata dia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....