KPID Banten Dorong Pendampingan Orang Tua Terhadap Anak di Dunia Digital
- 07 Okt 2026 12:42 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi Banten (KPID) Banten menyoroti pentingnya pendampingan anak dalam menggunakan media sosial di tengah derasnya arus informasi digital. Anak dinilai belum memiliki kemampuan literasi yang cukup untuk memilah konten, sehingga penggunaan gawai perlu mendapat perhatian orang tua.
Komisioner Bidang Kelembagaan KPID Banten, Achmad Nashrudin mengatakan, anak-anak menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian karena belum sepenuhnya memahami fungsi dan risiko media sosial. Kondisi tersebut semakin menantang karena media sosial memungkinkan berbagai konten masuk tanpa batas ruang dan waktu.
Menurutnya, orang tua tidak cukup hanya melarang anak menggunakan media sosial. Pendampingan dan pembiasaan perlu dilakukan sejak awal agar anak memahami konten yang baik dan tidak baik ketika menggunakan perangkat digital.
“Budaya itu memang harus dipenuhi sejak awal, jangan dadakan. Jadi kalau yang betul-betul paham tentang semuanya, anak-anak kalau nonton itu didampingi,” ujar Achmad dalam program Banten Menyapa RRI Banten, Rabu, 7 Oktober 2026.
Achmad menilai perkembangan kecerdasan buatan atau AI menjadi tantangan baru dalam literasi digital. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk jurnalistik, tetapi hasilnya tetap harus diperiksa karena informasi yang dihasilkan AI membutuhkan konfirmasi dan klarifikasi.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu menolak perkembangan teknologi. AI harus ditempatkan secara tepat dan digunakan untuk kepentingan yang memberikan manfaat. Dalam produksi informasi, peran manusia tetap penting untuk memastikan kebenaran dan konteks informasi.
“AI itu bagian dari peradaban. Tidak bisa kita hindarkan. Yang penting kita bisa menggunakannya pada saat yang tepat dan untuk kemaslahatan semua,” katanya.
Achmad mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menyebarkan informasi yang diperoleh dari media sosial maupun hasil teknologi AI. Pengguna perlu menerapkan prinsip think, check, and respond, yakni memikirkan informasi yang akan disampaikan, memeriksa kebenarannya, kemudian mempertimbangkan dampak sebelum memberikan respons.
Menurutnya, literasi digital menjadi kunci agar ruang media sosial tetap sehat dan tidak menjadi sumber konflik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....