Rp1,29 Triliun Digelontorkan untuk Elektrifikasi KRL Rangkas-Merak
- 02 Okt 2026 13:45 WIB
- Banten
Poin Utama
- Occupancy rate KRL Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung pada jam sibuk telah menyentuh 161 persen, melampaui kapasitas maksimal angkutan.
- Total volume penumpang KRL Commuter Line diproyeksikan menembus 85 juta orang pada tahun 2026 berdasarkan data Dinas Perhubungan Provinsi Banten.
- KA Lokal rute Rangkasbitung–Serang–Cilegon–Merak mencatat keterisiannya sebesar 129 persen dengan proyeksi penumpang 4,67 juta orang pada 2026.
RRI.CO.ID, Serang - Lonjakan penumpang kereta api di Banten membuat kapasitas angkutan mulai tak memadai. Data Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten mencatat occupancy rate KRL Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung pada jam sibuk telah menyentuh angka 161 persen, dengan total volume penumpang diproyeksikan menembus 85 juta orang pada 2026.
Kondisi tak jauh beda terjadi pada KA Lokal rute Rangkasbitung–Serang–Cilegon–Merak yang keterisiannya mencapai 129 persen. Sepanjang 2026, penumpang KA Lokal ini diprediksi menyentuh 4,67 juta orang.
Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan tingginya mobilitas warga ini menjadi alasan kuat untuk mematangkan proyek elektrifikasi jalur Rangkasbitung–Merak. Berdasarkan studi kelayakan (feasibility study/FS), proyek perluasan KRL ini membutuhkan kucuran investasi Rp1,29 triliun.
"Investasi ini sangat layak. Proyek elektrifikasi Rangkasbitung–Merak diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp1,29 triliun dan siap dikerjakan bertahap mulai dari Rangkasbitung–Serang," kata Andra Soni saat memimpin FGD di Serang, Jumat, 2 September 2026.
Jika elektrifikasi ini beroperasi, kapasitas angkut harian melonjak drastis dari 9.900 penumpang menjadi 18.000 penumpang per hari. Proyek ini juga diselaraskan dengan rencana double track Rangkasbitung–Merak dalam RPJMN 2025–2029, sehingga warga dari Serang hingga Merak tak perlu lagi transit berpindah kereta di Rangkasbitung untuk menuju Jakarta.
Selain kesiapan rel dan jaringan Listrik Aliran Atas (LAA), Pemprov Banten juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti area stabling di Rangkasbitung, potensi stasiun baru di Cihideung atau Banjar Agung, serta penataan perlintasan sebidang.
Langkah ini direspons positif oleh Wali Kota Serang, Budi Rustandi. Ia menyebut hasil studi kelayakan ditargetkan masuk ke Kementerian Perhubungan pada 2027 agar pengerjaan fisik bisa berjalan mulai 2028.
"Alhamdulillah Pak Gubernur merespons cepat inisiasi kita. Selain elektrifikasi KRL, jalur kereta lama kawasan Cipocok Jaya juga bakal dihidupkan kembali untuk menghubungkan rute Pandeglang–Cipocok–Serang," kata Budi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....