Gery Bertahan Belasan Tahun Jualan Plastik Ditengah Kesepian
- 07 Okt 2026 05:40 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Lebih dari 15 tahun Gery menggeluti usaha penjualan plastik. Selama itu pula, pemilik Toko Nada Plastik ini melihat banyak perubahan di dunia perdagangan, mulai dari pola belanja pelanggan, harga barang yang naik turun, hingga persaingan usaha yang semakin ketat.
Sepuluh tahun pertama, Gery berjualan di dalam Pasar Induk Rau. Lima tahun terakhir, ia memilih menyewa toko di sekitar kawasan pasar untuk melanjutkan usaha yang dirintisnya sendiri.
“Kalau yang di sini sudah sekitar lima tahun. Kalau jualan plastiknya mungkin sudah 15 tahun lebih,” ujar Gery, Selasa, 6 Oktober 2026.
Lima tahun menjalankan usaha di lokasi sekarang membuat Gery semakin mengenal perubahan suasana perdagangan di sekitar Pasar Induk Rau. Saat ini, ia melihat kondisi pasar cenderung sepi dibandingkan sebelumnya. Jumlah pembeli yang datang tidak seramai ketika aktivitas perdagangan masih tinggi.
| Baca juga: DPUPR Kota Serang Rampungkan 15 Proyek Jalan |
Di tengah kondisi tersebut, harga barang juga menjadi tantangan tersendiri. Gery mencatat perubahan harga plastik terjadi berulang kali sepanjang setahun terakhir. Dalam pengalamannya berdagang, kenaikan harga sudah terjadi hampir 10 kali.
Perubahan harga tersebut membuat Gery harus terus menyesuaikan harga jual. Kondisinya semakin terasa ketika pasokan dari pemasok tersendat, sementara pembeli tetap menginginkan harga yang terjangkau.
“Biasa sih suplai yang tersendat kalau misalnya harga terlalu tinggi. Terus pembeli juga mengeluh. Gitu-gitu aja sih,” katanya.
Kenaikan harga plastik sebelumnya juga sempat dirasakan pedagang di Pasar Rau. Pada April 2026, Gery mengatakan harga dari pabrik mulai naik setelah Lebaran dan pasokan yang diterima pedagang berkurang dibandingkan sebelum Ramadan.
Kini, selain menghadapi perubahan harga dan pasokan, Gery juga harus memenuhi biaya tempat usaha. Untuk toko yang ditempatinya saat ini, ia mengeluarkan biaya sewa sekitar Rp90 juta.
Biaya tersebut menjadi salah satu pengeluaran yang harus diperhitungkan, terlebih ketika kondisi pasar sedang sepi. Ketika harga barang naik, pembeli pun ikut mengeluh dan sebagian harus menyesuaikan jumlah belanja.
Usaha ini bukan bisnis turun-temurun. Gery merintisnya sendiri dan bertahan selama lebih dari 15 tahun, melewati perubahan kondisi perdagangan dari dalam pasar hingga kini menjalankan toko di sekitar kawasan Pasar Induk Rau.
“Enggak turun-temurun. Saya sendiri yang merintis,” ujarnya.
Persaingan yang semakin ketat juga membuat Gery tidak bisa memastikan usaha tersebut nantinya akan diteruskan oleh anak-anaknya. Ia berharap tetap bisa dilanjutkan, tetapi pilihan tetap berada di tangan anak-anaknya.
“Kalau memang bisa diteruskan ya diteruskan. Kalau enggak bisa, mereka cari usaha yang lain karena persaingan sekarang makin ketat,” katanya.
Bagi Gery, perjalanan lebih dari 15 tahun berjualan plastik menjadi catatan panjang tentang bagaimana sebuah usaha harus terus menyesuaikan diri. Sepuluh tahun di dalam pasar, kemudian lima tahun bertahan di toko sewaan, membuatnya mengalami langsung perubahan suasana perdagangan.
Kini, ketika kawasan pasar yang dulu ramai mulai terasa lebih sepi, Gery masih memilih membuka Toko Nada Plastik. Ia tetap menjalani usaha yang dirintisnya sendiri, meski harus menghadapi persaingan, biaya sewa, pasokan yang tidak selalu lancar, dan harga plastik yang berulang kali berubah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....