Sekolah Rakyat Terintegrasi 37 Serang Sediakan Fasilitas Belajar dan Kesehatan
- 30 Sep 2026 13:06 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Sekolah Rakyat Terintegrasi 37 Serang menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung proses belajar dan kehidupan siswa selama mengikuti pendidikan berasrama. Dukungan tersebut mencakup kebutuhan pembelajaran, pemenuhan gizi, kesehatan hingga perlengkapan sekolah.
Kepala Sekolah Terintegrasi 37 Serang, Ria Seprianika mengatakan, siswa mendapatkan fasilitas pembelajaran digital berupa satu laptop untuk setiap anak. Perangkat tersebut digunakan untuk menunjang kegiatan pembelajaran di sekolah.
Selain laptop, setiap ruang kelas dilengkapi papan pintar atau smart board untuk membuat pembelajaran lebih interaktif. Sekolah juga memiliki laboratorium komputer dan laboratorium IPA beserta perlengkapannya.
Tidak hanya kebutuhan pembelajaran, siswa juga memperoleh dukungan untuk kebutuhan sehari-hari. Ria menyebut siswa mendapatkan tiga kali makan bergizi dan dua kali makanan ringan setiap hari. Fasilitas lain mencakup pemeriksaan kesehatan gratis serta perlengkapan kebersihan diri yang diberikan secara berkala.
“Anak-anak itu mendapatkan tiga kali makan, tiga kali makan bergizi, dua kali snack dalam sehari itu fasilitas yang mereka dapatkan untuk pemenuhan gizi mereka,” katanya dalam program Banten Menyapa RRI Banten, Rabu, 30 September 2026.
Ria menjelaskan, seluruh fasilitas tersebut diberikan tanpa biaya kepada siswa. Hal itu berkaitan dengan sasaran Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga dalam desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
Dalam mendukung kesehatan siswa, sekolah bekerja sama dengan Puskesmas Banten Girang. Kerja sama tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan gratis. Jika ada siswa yang sakit, sekolah juga membawa siswa untuk mendapatkan penanganan di puskesmas.
“Fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat Terintegrasi 37 Serang itu anak-anak mendapatkan pembelajaran secara digital, satu anak satu laptop,” ujarnya.
Pendampingan siswa juga dilakukan melalui wali asuh dan wali asrama. Setiap wali asuh mendampingi sekitar 10 anak dan berperan seperti orang tua selama siswa berada di lingkungan sekolah. Komunikasi dengan orang tua dilakukan melalui grup paguyuban dan wali asuh.
Selain itu, siswa memiliki kesempatan bertemu dengan orang tua melalui jadwal temu kangen setiap dua minggu atau dua kali dalam sebulan. Pola tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menjaga komunikasi antara siswa, orang tua dan pihak sekolah selama anak menjalani pendidikan berasrama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....