Pemkot Tangsel Dorong Pengentasan Kemiskinan Lewat Pemberdayaan
- 30 Sep 2026 08:51 WIB
- Banten
Poin Utama
- Pemkot Tangerang Selatan mengubah strategi pengentasan kemiskinan dari sekadar pemberian bantuan sosial menjadi program pemberdayaan ekonomi yang lebih komprehensif.
- Wali Kota Benyamin Davnie menekankan bahwa penanganan kemiskinan harus menyasar akar masalah, bukan hanya gejala permukaan.
- Pelatihan keterampilan kerja menjadi komponen utama untuk membuat warga miskin mandiri dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
RRI.CO.ID, Tangsel - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memetakan ulang strategi pengentasan kemiskinan di wilayahnya. Tak lagi sekadar mengandalkan bagi-bagi bantuan sosial (bansos), Pemkot Tangsel kini menggenjot program pemberdayaan ekonomi dan perbaikan kualitas hidup warga.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menegaskan, penanganan kemiskinan harus menyasar akar masalah. Bansos tetap disalurkan sebagai jaring pengaman, namun harus dibarengi dengan pelatihan keterampilan kerja agar warga miskin bisa mandiri.
"Selain bantuan sosial, kita tingkatkan pelatihan kerja. Bukan cuma permodalan, tapi pendampingan yang dibutuhkan masyarakat miskin supaya mereka bisa bergerak di sektor ekonomi kreatif," ujar Benyamin, Selasa, 29 September 2026.
Strategi kemandirian ini dieksekusi lewat penguatan UMKM, mulai dari pelatihan pengemasan produk hingga pemasaran digital. Pemuda di tingkat kelurahan juga dibekali pelatihan pembuatan konten digital agar bisa menggarap peluang bisnis baru.
Guna memastikan bantuan tepat sasaran, Pemkot Tangsel mengandalkan aplikasi Data Rakyat Tangerang Selatan (Datara). Data sosial-ekonomi yang terintegrasi ini menjadi rujukan utama dalam penyaluran program pemenuhan kebutuhan dasar, seperti perbaikan Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH) dan penataan kawasan kumuh.
Di sektor kesehatan, penanganan menyasar pencegahan tengkes (stunting) melalui Pos Gizi untuk ibu hamil dan balita dari keluarga prasejahtera. Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menyebut penanganan intervensi gizi ini dikawal langsung oleh kader kesehatan dan ahli gizi di lapangan.
"Petugas akan menilai langsung mana anak yang kurang berat badannya serta ibu hamil yang kemampuan finansialnya terbatas untuk membeli makanan bergizi," ucap Pilar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....