Ratusan Balita di Tangsel Terindikasi Stunting

  • 17 Sep 2026 14:12 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Pemkot Tangsel mengubah strategi penanganan stunting dengan pendekatan yang disesuaikan pada akar masalah spesifik tiap keluarga, mencakup aspek gizi, sanitasi, dan ekonomi.
  • Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menegaskan, penanganan stunting tidak bisa lagi menggunakan pendekatan yang sama untuk semua keluarga (disamaratakan).
  • Sebanyak 879 anak di Tangsel terindikasi stunting dari total 117.960 balita yang diukur.

RRI.CO.ID, Tangsel - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan mengubah strategi penanganan stunting atau tengkes agar lebih tepat sasaran. Langkah perbaikan kini disesuaikan dengan akar masalah tiap keluarga, mulai dari urusan kecukupan gizi, kondisi sanitasi rumah, hingga faktor ekonomi.

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menegaskan, penanganan tengkes tidak bisa lagi disamaratakan. Pemerintah daerah kini memegang basis data detail sampai tingkat individu (by name by address) untuk disebar ke tiap kecamatan.

"Kami mendapatkan informasi secara akurat by name, by address anak-anak yang dalam kondisi stunting. Data itu kami sebarkan ke kecamatan untuk diberikan langkah-langkah strategis," ujar Pilar saat acara Publikasi Stunting di Puspemkot Tangsel, Rabu, 16 September 2026.

Pilar mencontohkan, jika tengkes dipicu oleh lingkungan rumah yang lembap dan sanitasi buruk, pemkot bakal menurunkan program bedah rumah atau pembuatan septic tank. Sementara bila terbentur masalah ekonomi, bantuan pangan hingga fasilitasi penempatan kerja bagi orang tua akan disiapkan.

Adapun dari sisi medis, Dinas Kesehatan dan Pos Gizi diposisikan di garis depan untuk menangani ibu hamil atau anak yang mengalami anemia dan kekurangan energi kronis. Seluruh dinas diminta bergerak keroyokan karena masalah tengkes saling berkaitan.

Berdasarkan pendataan hingga Agustus 2026, tercatat ada 879 anak terindikasi tengkes dari total 117.960 balita yang diukur di Tangsel.

Pilar menegaskan angka tersebut bakal ditangani intensif, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan, guna mencetak sumber daya manusia yang unggul di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....