Puskesmas Kota Serang Lakukan Deteksi Awal Gangguan Ingatan

  • 21 Sep 2026 11:55 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Puskesmas Kota Serang membuka ruang bagi masyarakat untuk berkonsultasi terkait gangguan ingatan yang dialami anggota keluarga. Langkah tersebut menjadi bagian dari identifikasi awal sebelum pasien mendapat penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan tingkat lanjut.

Kepala Tata Usaha UPTD Puskesmas Kota Serang, Ima Hikmah Susanti, mengatakan masyarakat dapat membawa anggota keluarga yang mengalami gangguan ingatan ke fasilitas kesehatan tingkat pertama. Pemeriksaan awal dilakukan untuk melihat apakah kondisi tersebut hanya berupa demensia atau mengarah pada Alzheimer.

Menurut Ima, proses identifikasi dapat dilakukan dengan pemeriksaan sederhana terhadap daya ingat. Salah satunya dengan meminta pasien melakukan aktivitas yang berkaitan dengan kemampuan mengingat dan menghitung secara berulang untuk melihat adanya gangguan.

"Nanti ada dari tim kami, tim kesehatan di Puskesmas dilakukan pelatihan daya ingatnya, seperti menghitung, menghitung yang memang mudah," kata Ima dalam program Banten Menyapa RRI Banten, Senin, 21 September 2026.

Puskesmas tidak menjadi tempat utama untuk tata laksana Alzheimer. Setelah proses identifikasi, pasien yang menunjukkan indikasi penyakit tersebut dapat dirujuk ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan dari dokter spesialis penyakit saraf. Penanganan juga dapat berbeda sesuai gejala yang dialami setiap pasien.

Ima mengatakan masyarakat tetap dapat berkonsultasi meskipun gangguan ingatan ditemukan pada usia yang lebih muda. Menurutnya, kondisi lupa yang terjadi dalam waktu cepat dapat diperiksakan ke Puskesmas untuk mendapatkan identifikasi awal dan menentukan kebutuhan tindak lanjut.

Selain layanan pemeriksaan, Puskesmas Kota Serang juga menjalankan kegiatan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Pelayanan dilakukan di dalam maupun luar gedung, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis, puskesmas keliling dan kegiatan posbindu (pos pembinaan terpadu) yang menyasar kelompok lanjut usia.

"Kita ada kegiatan di luar gedung lagi untuk pemeriksaan pusling, Puskesmas keliling atau disebut dengan kegiatan posbindu. Itu sasarannya pada lansia," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, edukasi diberikan sebelum pelayanan kesehatan dilakukan. Materinya mencakup penyakit yang banyak ditemukan pada lansia, termasuk demensia dan Alzheimer. Puskesmas juga menjalankan kegiatan promotif dan preventif, termasuk olahraga bersama, pemeriksaan kesehatan dan kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) secara rutin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....