Bantuan Nelayan Terdampak Erupsi Krakatau Masih Menggantung

  • 17 Sep 2026 20:00 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Penyaluran bantuan bagi ratusan nelayan di pesisir Kabupaten Pandeglang yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau belum juga terealisasikan meski telah diusulkan sejak sepekan lalu. Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Pandeglang mencatat usulan data penerima bantuan telah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Banten sejak 7 September 2026.

Pengelola Produksi Perikanan Tangkap pada Diskan Pandeglang, Hernika Simanjuntak, menyatakan pihaknya langsung bergerak cepat mengumpulkan data nelayan begitu informasi erupsi diterima. Namun, kewenangan eksekusi anggaran dan pengadaan bantuan sepenuhnya berada di tangan pemerintah provinsi.

"Untuk penyerahan usulan terkait bantuan untuk nelayan kita yang terdampak GAK ini kita lakukan pada 7 September 2026, jadi kami langsung merespons dengan mengumpulkan data-data tersebut," ujar Hernika, Kamis 17 Seotember 2026.

Hingga kini, proses administrasi tersebut masih tertahan di tingkat provinsi tanpa kepastian waktu distribusi maupun bentuk logistik yang akan diterima. Diskan mengaku hanya berwenang melakukan pendataan awal dan menunggu instruksi lanjutan dari tingkat provinsi.

Menurutnya keterlambatan realisasi bantuan ini memperberat beban ekonomi para nelayan pesisir yang memilih mengandangkan perahu akibat status Siaga Gunung Anak Krakatau. Sebagian besar warga pesisir kehilangan sumber pendapatan harian karena tidak berani mengambil risiko melaut di tengah ancaman abu vulkanik dan gelombang tinggi.

"Untuk bantuannya belum, sampai saat ini masih berproses karena kebijakannya ada di provinsi," katanya.

Menanggapi situasi tersebut, Dinas Perikanan mengimbau para nelayan agar tetap memprioritaskan faktor keselamatan dan tidak memaksakan diri mencari ikan di zona berbahaya. Pemerintah daerah terus berkoordinasi menantikan kepastian logistik dari provinsi guna segera disalurkan kepada warga terdampak.

Salah seorang nelayan Labuan, Samin, mengungkapkan keresahan para pekerja laut yang saat ini mengandalkan sisa tabungan untuk bertahan hidup. Ia berharap pemerintah daerah dapat mempercepat proses pencairan bantuan guna meringankan beban dapur keluarga nelayan.

"Penghasilan kami sekarang menurun karena perahu tidak berani diturunkan ke laut akibat abu vulkanik dan cuaca buruk. Kalau bisa bantuannya jangan terlalu lama menunggu karena kebutuhan keluarga terus berjalan setiap hari," kata Samin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....