Tekan Pengangguran, Pemkot Tangsel Buka Jalur Kerja ke Luar Negeri

  • 14 Jul 2026 08:43 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Tangsel - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mulai membuka jalan bagi warganya untuk berkarier di luar negeri secara legal. Langkah ini ditandai dengan kerja sama antara PT Dwi Tunggal Jaya Abadi dan Universitas Ichsan Satya (UIS) yang didukung penuh oleh Pemkot.

Kolaborasi ini mencakup program pelatihan hingga penempatan kerja internasional demi menekan angka pengangguran di Tangsel.

"Ini langkah nyata untuk memperluas peluang kerja internasional melalui jalur resmi. Kerja sama ini menjadi kunci agar proses penempatan kerja ke luar negeri berjalan aman, legal, dan prosedural," ujar Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie saat menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Galeri UMKM Tangsel, Senin 13 Juli 2026.

Program ini menggunakan skema tiga tahapan utama, yaitu dilatih, disertifikasi, lalu ditempatkan bekerja. Saat ini, sebanyak 69 pendaftar sudah masuk dalam proses verifikasi.

Mereka dijadwalkan mulai mengikuti pelatihan bahasa Jepang dan bahasa Inggris pada awal pekan depan. Setelah itu, para peserta akan melewati rangkaian pemeriksaan kesehatan (medical check-up), pengurusan paspor, hingga pengajuan visa.

Untuk tahap awal, sektor kesehatan dan perhotelan (hospitality) menjadi prioritas karena permintaannya sangat tinggi di pasar kerja global.

"Peserta dibekali keahlian teknis, kemampuan bahasa, hingga pemahaman budaya negara tujuan agar sesuai kebutuhan pasar kerja luar negeri," kata Benyamin.

Di sisi pengawasan, Dinas Ketenagakerjaan Tangsel bergerak cepat dengan memverifikasi tiga perusahaan penyalur tenaga kerja resmi yang berkantor di Tangsel. Pemkot juga menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten untuk membangun kelas industri di sejumlah SMK. Sosialisasi program ini bahkan sudah menyasar 78 kelurahan.

Demi memudahkan warga, sebuah website khusus sedang disiapkan agar calon pekerja bisa memilih perusahaan penyalur secara mandiri dan transparan. Menariknya, Pemkot Tangsel juga tengah menyusun aturan daerah untuk membantu pembiayaan medical check-up bagi para calon pekerja migran.

"Ini adalah wujud nyata link and match antara dunia pendidikan dengan industri global. Kolaborasi sinergis antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan lembaga pelatihan seperti inilah yang menjadi kunci agar proses penempatan kerja ke luar negeri berjalan dengan aman, legal, dan prosedural," katanya.

Benyamin menegaskan, pemkot berkomitmen mengawal program ini dari hulu ke hilir—mulai dari pelatihan, keberangkatan, hingga pengawasan di negara tujuan. Langkah ketat ini diambil untuk melindungi warga Tangsel dari ancaman penipuan lowongan kerja dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....