Pencarian Korban Hilang di Selat Sunda Masuki Hari Keenam

  • 13 Sep 2026 11:43 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Operasi SAR memasuki hari keenam dengan fokus pencarian delapan korban hilang kontak di perairan Selat Sunda pada 13 September 2026.
  • Area pencarian diperluas hingga mencapai 6.010 nautical mile persegi dengan melibatkan kombinasi kekuatan laut, darat, dan udara secara terintegrasi.
  • Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad menegaskan seluruh unsur dan sarana yang dikerahkan dikoordinasikan secara maksimal untuk menyisir setiap titik koordinat yang telah dipetakan.

RRI.CO.ID, Pandeglang - Memasuki hari keenam operasi SAR, Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan pencarian terhadap delapan korban hilang kontak di perairan Selat Sunda, Minggu 13 September 2026. Skala operasi diperluas secara signifikan dengan total luas area pencarian mencapai 6.010 nautical mile persegi yang melibatkan kombinasi kekuatan laut, darat, dan udara.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad menyatakan, seluruh unsur dan sarana yang dikerahkan dikoordinasikan secara maksimal guna menyisir setiap titik koordinat yang telah dipetakan.

"Memasuki hari keenam operasi SAR, kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya mengoptimalkan pencarian terhadap delapan orang yang masih dalam pencarian. Area pencarian telah dibagi menjadi beberapa sektor dengan dukungan unsur laut, darat, dan udara," ujar Al Amrad, Minggu 17 September 2026.

Guna memaksimalkan efektivitas penyisiran, Tim SAR Gabungan membagi wilayah operasi menjadi enam sektor terpisah. Sektor V seluas 840 NM² disisir oleh KRI Kerambit dan KRI Teluk Gilimanuk, Sektor W seluas 1.120 NM² oleh KAL Anyer, Sektor Z seluas 809 NM² oleh KN SAR Basudewa dan KN SAR Antasena, Sektor Y seluas 497 NM² oleh KP Sanjaya dan KRI Lepu, Sektor X seluas 681 NM² oleh armada gabungan kapal negara dan perahu karet cepat, serta Sektor H seluas 2.063 NM² yang dipantau menggunakan helikopter.

Operasi skala besar ini disebut Amrad melibatkan sinergi lintas instansi dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, BNPB, hingga berbagai potensi SAR dan relawan daerah. Selain armada kapal dan sarana darat, tim penyelamat juga mengerahkan dua unit drone thermal serta helikopter HR-3604 untuk mendeteksi keberadaan korban dari udara.

"Area pencarian telah dibagi menjadi beberapa sektor dengan dukungan unsur laut, darat, dan udara, serta kami akan terus melakukan upaya terbaik dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat," ujarnya.

Di tengah jalannya operasi, faktor cuaca yang terpantau berawan dengan kecepatan angin 10–20 knot serta tinggi gelombang mencapai 0,5 hingga 2,5 meter tetap menjadi perhatian utama personil sar. Pihak Basarnas mengimbau seluruh personel agar waspada dan mengharapkan partisipasi aktif masyarakat untuk melaporkan setiap petunjuk guna mempercepat penemuan korban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....