Keluarga Jurnalis yang Hilang Kontak Dapat Pendampingan Psikologis

  • 10 Sep 2026 16:45 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Bidang Psikologi Polda Banten mengerahkan petugas untuk memberikan pendampingan psikologis kepada pihak keluarga dari lima jurnalis serta tiga awak kapal yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Layanan dukungan mental tersebut dipusatkan langsung di Posko Pencarian Basarnas, Pantai Marina, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Paur Kesipess SDM Polda Banten, Ipda Jainal Muttaqin menjelaskan, pendampingan ini diberikan guna membantu keluarga agar tetap tenang, tegar, serta saling menguatkan di tengah penantian proses pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan.

"Kehadiran kami dari bagian psikologi Polda Banten memberikan dukungan psikologis bagi keluarga korban, di mana korban masih belum kita temukan saat ini. Kita percayakan kepada tim SAR yang sekarang sedang bekerja di laut," ujar Jainal, Kamis 10 September 2026.

Secara umum, menurutnya kondisi mental para anggota keluarga diakui masih terpukul dan mengalami syok akibat belum adanya kepastian mengenai nasib kerabat mereka. Meski demikian, pihak kepolisian melihat ketabahan yang luar biasa dari keluarga yang terus memantau perkembangan operasi pencarian di posko darurat.

Selain memberikan motivasi dan penguatan mental, petugas psikologi juga memfasilitasi ruang bagi keluarga untuk mencurahkan isi hati serta perasaan mereka selama menghadapi situasi darurat yang penuh ketidakpastian. Pendampingan ini dinilainya penting mengingat total terdapat delapan orang korban yang belum ditemukan sejak berangkat meliput pada Senin 7 September 2026 lalu.

"Penguatan mental ini tujuannya mendukung dan motivasi agar keluarga saling mendukung. Karena ini ada delapan korban. Jadi mereka harus saling menguatkan," katanya.

Sementara salah seorang perwakilan keluarga korban, Nila Kusuma yang merupakan kakak ipar dari jurnalis Ari Basuki, menyampaikan apresiasi atas kepedulian serta layanan dukungan psikologis yang dihadirkan oleh kepolisian. Ia mengakui bahwa kondisi emosional keluarga sempat jatuh drastis setelah tiga hari menunggu kepastian di posko pemantauan. "Di situasi seperti ini, pasti emosional keluarga jatuh sekali," ujar Nila.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan terus mengoptimalkan operasi pencarian di perairan Selat Sunda. Seluruh keluarga dan kerabat bersama masyarakat luas terus memanjatkan harapan agar seluruh jurnalis dan kru kapal dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....