Pemprov Banten Intervensi Lonjakan Inflasi Pangan di Lebak dan Pandeglang
- 07 Sep 2026 21:05 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Pemerintah Provinsi Banten memfokuskan perhatian pada Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang menyusul lonjakan angka inflasi di kedua wilayah tersebut. Langkah intervensi cepat disiapkan untuk menekan laju kenaikan harga komoditas pangan yang menjadi pemicu utama.
Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Banten, Bodi Santoso menyampaikan inflasi Banten secara umum masih berada dalam koridor target nasional 2,5 plus minus 1 persen, yakni pada angka 2,95 persen. Meski angka tingkat provinsi tergolong aman.
Meski diakui Budi 2 dari 5 daerah sampling perhitungan inflasi mencatatkan angka di atas batas maksimal 3,5 persen. Keduanya yakni Kabupaten Pandeglang mencatatkan inflasi sebesar 3,94 persen, disusul Kabupaten Lebak yang menyentuh angka 4,00 persen.
Lonjakan ini didorong oleh kenaikan harga kelompok makanan dan minuman di pasar. Tiga komoditas utama yang menyumbang andil inflasi terbesar di wilayah Banten yakni daging ayam ras sebesar 0,23 persen, minyak goreng 0,19 persen, dan beras 0,10 persen.
Kenaikan harga pada kelompok kebutuhan pokok ini langsung berdampak pada pengeluaran harian masyarakat. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Banten dijadwalkan turun langsung ke Lebak dan Pandeglang untuk berkoordinasi dan mengurai simpul permasalahan di lapangan.
Evaluasi pasokan hingga alur distribusi akan ditelusuri guna merumuskan solusi penanganan yang tepat. "Kalau memang harga beras tinggi, harga ayam tinggi, masalahnya apa di sana? Nanti akan kita cari solusinya bersama," ujar Budi, Senin 7 September 2026.
Di sisi lain, kata Budi pengendalian inflasi dinilai erat kaitannya dengan upaya menjaga stabilitas ekonomi warga. Konsumsi rumah tangga yang terjaga menjadi tumpuan penting bagi Banten dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi daerah yang saat ini berada di angka 5,40 persen, unggul dari rata-rata nasional sebesar 5,31 persen.
Gubernur Banten, Andra Soni menyampaikan Andra Soni angka inflasi perlu dijaga guna mempertahankan daya beli masyarakat yang menjadi kunci dalam pertumbuhan ekonomi daerah. "Menjaga inflasi ini penting sekali karena ini bukan sekedar angka statistik, tapi ini angka untuk menjaga daya beli masyarakat, menjaga konsumsi masyarakat, karena konsumsi masyarakat merupakan bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi," kata Gubernur. (Cyesilia Tiara Manihuruk)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....