Rekomendasi Masker untuk Halau Abu Vulkanik
- 07 Sep 2026 14:41 WIB
- Banten
Poin Utama
- Masyarakat Kota Serang diminta meningkatkan perlindungan diri menggunakan masker untuk mencegah terhirupnya abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Abu vulkanik memiliki partikel berukuran sangat kecil yang dapat menembus saluran pernapasan dan mencapai bagian dalam paru-paru apabila terhirup dalam jumlah tertentu.
- Pembersihan abu vulkanik di lingkungan rumah juga memerlukan perlindungan diri yang memadai untuk menghindari paparan partikel berbahaya tersebut.
RRI.CO.ID, Serang - Masyarakat Kota Serang diminta meningkatkan perlindungan diri menyusul potensi penyebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Salah satu langkah penting yang perlu diperhatikan adalah penggunaan masker ketika berada di luar ruangan maupun saat membersihkan abu vulkanik di lingkungan rumah.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Hena Arlini mengatakan, abu vulkanik memiliki partikel berukuran sangat kecil sehingga dapat menembus saluran pernapasan. Partikel tersebut bahkan dapat mencapai bagian dalam paru-paru apabila terhirup dalam jumlah tertentu.
Menurutnya, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah memiliki risiko paparan lebih besar dibandingkan mereka yang berada di dalam ruangan. Karena itu, penggunaan masker menjadi salah satu perlindungan yang penting untuk mengurangi masuknya partikel abu ke dalam saluran pernapasan.
“Kalau misalnya tidak ada, boleh menggunakan masker medis. Tapi bukan yang kayak masker kain misalnya, atau masker yang tidak resmi lah ya,” ujarnya dalam dialog bersama RRI Banten pada Senin, 7 September 2026.
Ia menjelaskan, masker yang lebih direkomendasikan untuk perlindungan terhadap partikel abu vulkanik adalah N95. Jika tidak tersedia, masyarakat dapat menggunakan KN95, KN94, atau FFP. Sementara itu, masker medis dapat menjadi pilihan apabila masker dengan tingkat filtrasi lebih tinggi sulit diperoleh.
Ia menambahkan, masker kain tidak dianjurkan karena kemampuan penyaringan partikelnya belum teruji untuk kondisi paparan abu vulkanik. Masyarakat juga diminta tetap menggunakan masker ketika melakukan aktivitas pembersihan di dalam rumah, terutama jika terdapat abu yang menempel pada berbagai permukaan.
Dinkes mengimbau masyarakat tetap tenang, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta mengikuti informasi dan arahan terbaru dari pemerintah. Perlindungan pernapasan perlu menjadi perhatian, terutama bagi bayi, balita, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan kronis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....