Warga Keluhkan Gangguan Kesehatan akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
- 06 Sep 2026 10:44 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, sejak Sabtu malam 5 September 2026. Material debu halus tersebut tidak hanya menempel di pekarangan rumah, perabot, dan kendaraan warga, tetapi juga mulai memicu sejumlah keluhan kesehatan bagi masyarakat setempat.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Minggu pagi 6 September 2026, warga tampak mulai bergotong royong membersihkan timbunan debu vulkanik yang menyelimuti lantai serta kendaraan yang terparkir di luar ruangan. Sebagian warga juga terlihat mulai mengenakan masker sebagai langkah antisipasi guna melindungi diri saat harus beraktivitas di luar rumah.
Salah seorang warga Kecamatan Pandeglang, Dini, menceritakan bahwa dirinya sempat mengira material yang turun pada Sabtu malam merupakan curah hujan biasa saat ia tengah berada di dapur. Namun, setelah diamati lebih dekat, material tersebut ternyata berupa abu pekat yang langsung mengotori pekarangan rumahnya.
Akibat tidak mengenakan masker saat kejadian, Dini mengaku langsung merasakan sejumlah gangguan kesehatan fisik. Ia juga mengaku mengalami keluhan batuk, sesak, serta tenggorokan yang terasa sakit akibat terpapar abu.
"Kayaknya abu vulkanis. Kena mata juga perih, saya enggak pakai masker, lupa," ujarnya, Minggu 6 September 2026.
Keluhan serupa turut dirasakan oleh warga lainnya, Sri Kurniasih, yang mengaku baru pertama kalinya merasakan fenomena hujan abu vulkanik separah ini di wilayah Pandeglang. Ia menyebut debu yang mengendap di lantai rumahnya pada pagi hari sudah menyerupai tekstur pasir halus, sehingga warga harus beraktivitas dengan ekstra hati-hati.
"Iya bisa dirasakan. Tadi pagi debu di lantai sudah kayak pasir. Terus ini kena mata perih, makanya pakai masker," ujar Sri.
Ia pun tidak menampik perasaan cemas dan khawatir terhadap dampak lanjutan dari sebaran abu vulkanik ini, terutama menyangkut faktor keselamatan serta kesehatan keluarga. Ia menilai partikel abu vulkanik dirasa mengganggu saluran pernapasan serta memicu iritasi pada mata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....