Ledakan Maut di Panimbang Pandeglang: Suami Tewas, Istri Luka Berat
- 27 Agt 2026 08:33 WIB
- Banten
Poin Utama
- Ledakan yang diduga berasal dari racikan bom ikan menghantam sebuah rumah di Kampung Cisarua, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang pada Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 13.30 WIB.
- Nelayan berinisial MA berusia 48 tahun tewas seketika akibat hantaman ledakan, sementara istri korban berinisial IY berusia 43 tahun mengalami luka berat dan dilarikan ke rumah sakit.
- Dua rumah warga yang berdiri di sekitar lokasi kejadian turut mengalami kerusakan berat terkena dampak dentuman dari ledakan tersebut.
RRI.CO.ID, Pandeglang – Ledakan keras yang diduga berasal dari racikan bom ikan menghantam sebuah rumah di Kampung Cisarua, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Rabu, 26 Agustus 2026 sekitar pukul 13.30 WIB. Peristiwa maut ini menewaskan seorang nelayan berinisial MA (48) di lokasi kejadian. Saat dentuman terjadi, MA sedang berada di dalam rumah bersama istrinya, IY (43).
Hantaman ledakan membuat MA tewas seketika, sedangkan sang istri mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Dua rumah warga yang berdiri di sekitar lokasi kejadian juga ikut ringsek terkena dampak dentuman.
Menyikapi insiden tersebut, Polda Banten langsung menerjunkan Tim Gegana Satbrimob dan Tim INAFIS Ditreskrimum ke lokasi untuk mensterilkan area serta menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menegaskan, petugas masih menyisir lokasi untuk mengumpulkan sisa-sisa barang bukti demi mengungkap pemicu pasti ledakan.
"Tim Gegana Satbrimob Polda Banten masih melakukan sterilisasi untuk selanjutnya dilakukan olah TKP oleh Tim INAFIS Ditreskrimum Polda Banten guna mengumpulkan barang bukti," kata Maruli, Rabu, 26 Agustus 2026.
| Baca juga: Polda Banten Perketat Pencegahan Karhutla |
Imbas insiden berdarah ini, kepolisian mewanti-wanti para nelayan agar menyetop total praktik pembuatan maupun penggunaan bom ikan. Selain merusak ekosistem laut, perakitan bahan peledak secara mandiri sangat rawan memicu fatalitas.
“Selain merusak lingkungan, penggunaan bahan peledak juga membahayakan keselamatan. Ingat, satu tindakan yang tidak tepat dapat membahayakan diri sendiri, keluarga, maupun orang lain di sekitar. Keselamatan harus jadi prioritas utama,” kata Maruli.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....