DJPb Banten Paparkan Kinerja Fiskal hingga Juli 2026

  • 27 Agt 2026 08:32 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Kinerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga 31 Juli 2026 tumbuh 2,79 persen dengan realisasi mencapai 70,64 persen. Capaian tersebut terdiri atas realisasi PNBP lainnya sebesar 87,87 persen dan PNBP Badan Layanan Umum (BLU) sebesar 52,98 persen.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Banten, Lisbon Sirait, menyampaikan capaian tersebut dalam kegiatan daring Konferensi Pers APBNKiTA Regional Banten periode sampai dengan 31 Juli 2026, Rabu, 26 Agustus 2026 . Kinerja PNBP antara lain ditopang pendapatan pelayanan pertanahan, jasa kepelabuhanan, sektor pendidikan, dan layanan kesehatan.

Dari sisi belanja negara, hingga 31 Juli 2026 mengalami perlambatan 0,33 persen dengan realisasi mencapai 57,09 persen. Realisasi belanja negara terbesar berasal dari belanja Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp8,86 triliun atau 58,36 persen, yang dipengaruhi penyaluran DAU, DAK Nonfisik, DBH, Dana Desa, dan DAK Fisik.

Sementara itu, realisasi belanja Kementerian/Lembaga mencapai Rp5,42 triliun atau 55,12 persen. Belanja tersebut antara lain dipengaruhi pembangunan Sekolah Rakyat, Asrama Haji, infrastruktur, pembayaran gaji ASN/TNI/Polri, serta pembayaran gaji dan tunjangan PPPK.

Lisbon menjelaskan, Belanja Pegawai, Belanja Barang, dan Belanja Modal hingga 31 Juli 2026 mengalami pertumbuhan positif. Realisasi Belanja Pegawai mencapai 61,04 persen dengan pertumbuhan 25,58 persen, sedangkan Belanja Barang terealisasi 46,64 persen dengan pertumbuhan 24,96 persen.

Untuk Belanja Modal, realisasinya mencapai 52,61 persen dengan pertumbuhan 163,52 persen. Sementara itu, Belanja Bantuan Sosial belum mencatat realisasi karena belum terdapat alokasi untuk belanja tersebut hingga periode pelaporan.

Di wilayah Banten, realisasi Pendapatan Daerah hingga 31 Juli 2026 mencapai Rp20,01 triliun atau terkontraksi 8,97 persen secara tahunan. Pendapatan Pajak Daerah menjadi kontributor terbesar dengan realisasi Rp9,25 triliun, sedangkan Pendapatan Retribusi Daerah tumbuh 13,06 persen dengan realisasi Rp942,31 miliar.

Dari sisi Belanja Daerah, realisasi mencapai Rp17,36 triliun atau terkontraksi 5,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan realisasi pendapatan yang lebih tinggi daripada belanja, APBD Provinsi Banten mencatat surplus Rp2,65 triliun yang ditambah pembiayaan daerah neto Rp3,19 triliun sehingga membentuk SiLPA sebesar Rp5,84 triliun atau meningkat 24,50 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....