Antusiasme Warga Kalang Anyar Meriahkan Peringatan Maulid Nabi dengan 3.000 Ember

  • 26 Agt 2026 07:23 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Tumpukan ember memenuhi lapangan di depan Masjid Jami Al-Islam, Kampung Kalang Anyar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Ribuan ember itu disiapkan warga untuk dibagikan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Sebanyak 3.000 ember dikumpulkan warga RT 1 hingga RT 4. Ember tersebut menjadi bagian dari tradisi berbagi yang setiap tahun dilakukan masyarakat setempat saat memperingati Maulid Nabi.

Sekretaris Panitia Maulid Nabi Kampung Kalang Anyar, Jubaedi, mengatakan jumlah warga yang datang diperkirakan mencapai 2.500 orang, sedangkan undangan resmi yang disebarkan sekitar 500 orang. “Yang terkumpul sekitar 3.000 ember. Undangan sekitar 500, tapi yang datang sekitar 2.500 orang,” ujar Jubaedi kepada RRI, Selasa, 25 Agustus 2026.

Pembagian ember tidak hanya dilakukan di dalam Masjid Jami Al-Islam. Warga yang mengikuti kegiatan di masjid menerima ember bersama tamu undangan, sedangkan warga lainnya diarahkan ke sejumlah rumah yang sudah disiapkan sebagai lokasi berkumpul.

Sejumlah rumah warga dipadati masyarakat. Sekitar 1.000 orang mengikuti kegiatan dari rumah-rumah warga karena kapasitas masjid, aula, dan teras hanya mampu menampung sekitar 1.500 orang. “Yang tidak kebagian tempat di masjid kita alokasikan ke rumah warga. Kurang lebih 50 orang per rumah,” kata Jubaedi.

Panitia menyiapkan sekitar 2.700 parsel untuk warga yang hadir dan 200 paket sebagai cadangan. Jika masih terdapat sisa, bingkisan tersebut akan dibagikan ke pesantren.

Ribuan ember tersebut berasal dari swadaya warga RT 1 hingga RT 4. Sumbangan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing keluarga, dengan minimal 15 ember dari setiap rumah. Di Kampung Kalang Anyar terdapat sekitar 350 rumah.

Selain menyiapkan ember, warga juga membuat sekitar 150 hiasan berukuran panjang untuk memeriahkan peringatan Maulid Nabi. Tahun ini, parsel dan buket uang juga lebih banyak digunakan dibanding perayaan tahun sebelumnya. “Kalau untuk rumah di sini sekitar 350 rumah. Kalau untuk panjang paling sekitar 150, yang lainnya itu per rumah 15 ember,” ujar Jubaedi.

Selain ember, warga menyiapkan parsel, buket uang, serta berbagai hiasan untuk memeriahkan Maulid Nabi. Bingkisan khusus juga diberikan kepada para kiai yang hadir.

Jubaedi mengatakan pemberian dari warga akan disalurkan kepada masyarakat yang hadir. Panitia tidak mengambil bagian dari bingkisan tersebut. “Yang sudah dikeluarkan masyarakat itu bukan hak panitia, tapi hak yang datang. Kalau ada sisa, nanti kita antar juga ke pesantren-pesantren,” ujarnya.

Bagi warga Kalang Anyar, peringatan Maulid Nabi menjadi tradisi tahunan yang tidak hanya berlangsung di masjid. Warga berkumpul, membawa hasil swadaya dari rumah masing-masing, kemudian membagikannya kepada masyarakat yang datang.

Jubaedi mengatakan Maulid Nabi diperingati setiap 12 Rabiul Awal untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus wafatnya Nabi. Tradisi tersebut juga menjadi kesempatan warga mengambil keberkahan dan berharap mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW.

“Setiap tahun kita laksanakan tanggal 12 Maulid, di hari lahirnya Kanjeng Nabi dan wafatnya Kanjeng Nabi. Kita memperingati untuk mengambil keberkahan dari Kanjeng Nabi, supaya nanti di yaumil kiamah kita mendapat syafaat dari beliau,” kata Jubaedi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....