Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, Warga Diminta Waspada
- 24 Agt 2026 11:58 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Aktivitas Gunung Api Anak Krakatau masih berada pada tingkat Siaga atau Level III. Kondisi aktivitas gunung api tersebut hingga saat ini masih cukup tinggi dan berfluktuasi, dengan dominasi gempa hembusan.
Pengamat Gunung Api Anak Krakatau, Muhammad Dika Nurzaman mengatakan, erupsi terakhir Gunung Anak Krakatau terjadi pada 22 Agustus 2026 sekitar pukul 17.36 WIB. Peningkatan aktivitas erupsi mulai terjadi sejak 16 Agustus 2026.
Dika menjelaskan, sejak 16 hingga 22 Agustus 2026 tercatat sekitar 37 kali letusan. Rinciannya, sebanyak delapan letusan terjadi pada 16 Agustus dan 19 letusan pada 17 Agustus, sementara aktivitas erupsi berlanjut hingga letusan terakhir pada 22 Agustus.
Menurutnya, aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini masih dipantau melalui pengamatan kegempaan dan visual. Kegempaan didominasi gempa hembusan serta tremor menerus dengan amplitudo besar, disertai asap tebal berwarna kelabu hingga hitam yang membumbung sekitar 400 meter dari puncak kawah.
“Untuk saat ini aktivitasnya masih sama, tingkat aktivitasnya ada di Level III atau Siaga, sama seperti terakhir dinaikkan pada tanggal 2 Juli 2026,” ujar Dika kepada RRI, Senin, 24 Agustus 2026.
Dika menambahkan, masyarakat di sekitar Pulau Sebesi dan wilayah Lampung Selatan perlu mewaspadai abu vulkanik yang dapat terbawa angin. Jika abu mulai turun di sekitar permukiman, masyarakat disarankan tetap berada di dalam rumah dan menggunakan masker untuk mencegah abu vulkanik terhirup.
Ia menegaskan, masyarakat, nelayan, dan wisatawan dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah. Seluruh badan Gunung Anak Krakatau berada dalam zona tersebut sehingga aktivitas mendekati maupun turun dan menyentuh gunung api sangat berbahaya.
Dika mengatakan potensi erupsi susulan belum dapat dipastikan, namun masyarakat diminta tetap waspada mengingat adanya tren peningkatan aktivitas. Sementara itu, potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau diperkirakan kecil, namun kewaspadaan terhadap informasi resmi tetap diperlukan.
Masyarakat diimbau memperoleh informasi perkembangan Gunung Anak Krakatau melalui situs Magma Indonesia yang menyediakan pembaruan aktivitas gunung api secara berkala. Dika juga meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengikuti zona rekomendasi yang ditetapkan Badan Geologi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....