Baznas Pandeglang Baru Salurkan Dua RTLH

  • 24 Agt 2026 07:04 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pandeglang menghadapi kendala ketersediaan anggaran dalam merealisasikan program bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) tahun ini. Dari target awal Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Baznas Pandeglang menetapkan sebelas unit rumah, namun realisasi saat ini baru mencakup dua unit bangunan.

Wakil Ketua Baznas Pandeglang, Uri Sahuri, menyatakan keterbatasan ketersediaan dana dari himpunan zakat, infak, dan sedekah menjadi hambatan utama dalam mengoptimalkan target bantuan perbaikan fisik bangunan. Penyaluran bantuan saat ini disebutnya baru terealisasi pada dua unit rumah melalui program TNI Manunggal Membangun Desa bersama Kodim setempat.

"Untuk di tahun 2026 kalau di RKAT kita menganggarkan sebelas rumah cuman sampai sekarang karena keuangannya belum ada, kita baru merealisasikan dua lokasi saja," ujar Uri, Minggu 23 Agustus 2026.

Untuk besaran alokasi dana, menurut Uri bantuan rehabilitasi RTLH ditetapkan senilai 25 juta rupiah per unit bangunan warga. Nominal bantuan stimulan tersebut disetarakan dengan standar baku dari pemerintah pusat, provinsi, serta daerah guna mencakup biaya material.

Adapun proses penentuan penerima bantuan disebutnya wajib memenuhi kriteria ketat berdasarkan kategori mustahik zakat sesuai delapan golongan asnaf yang membutuhkan uluran tangan. Tim verifikasi lapangan memeriksa kondisi fisik bangunan rumah berdinding bilik serta memastikan keabsahan status kepemilikan lahan warga.

"Kriterianya kita melihat masuk ke mustahik zakat dari delapan asnaf bagi warga fakir miskin yang rumahnya sudah tidak layak huni berbilik dan berlantai biasa. Verifikasi ke bawah atau asesmen dilakukan untuk memastikan tanah milik sendiri dibuktikan sertifikat, akta jual beli, atau minimal SPPT," katanya.

Strategi perluasan cakupan pun disebutnya ditempuh melalui kolaborasi bersama Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan agar data penerima tepat sasaran. Sinkronisasi data by name by address dari dinas terkait dinilainya membantu pengentasan kawasan kumuh secara terukur dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....