Baznas Dinilai Berperan dalam Entaskan Kemiskinan Daerah
- 29 Sep 2026 19:57 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendorong optimalisasi pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS - DSKL) sebagai instrumen efektif pengentasan kemiskinan masyarakat. Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mengatakan optimalisasi lembaga amil zakat terbukti mampu memberikan dampak nyata secara cepat dan tepat sasaran bagi warga membutuhkan.
Wagub Dimyati menyatakan pengelolaan dana keagamaan melalui badan resmi negara memberikan tingkat efisiensi serta transparansi tinggi dibandingkan proyek anggaran pemerintah. Penyaluran bantuan sosial berbasis keagamaan disebutnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas tanpa memandang batasan agama tertentu.
"Badan Amil Zakat Nasional merupakan instrumen pemerintah untuk kepentingan umat dengan hasil penyaluran bantuan yang lebih tepat guna, transparan, serta amanah," ujar Wagub Dimyati saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Pengelolaan ZIS - DSKL di Hotel Horison Pandeglang, Selasa 29 September 2026.
Ia mencontohkan program bedah rumah layak huni yang memberikan hasil konstruksi jauh lebih berkualitas dengan selektivitas penerima yang sangat ketat. Kehadiran program sosial tersebut disebutnya melengkapi berbagai capaian pembangunan infrastruktur daerah guna mendongkrak kesejahteraan warga secara merata.
Pemerintah daerah juga memprioritaskan sektor pendidikan guna mencetak sumber daya manusia unggul dalam menghadapi tantangan global dan perkembangan teknologi industri. Program peningkatan kualitas pendidikan formal dinilai krusial agar generasi muda memiliki daya saing tinggi serta terhindar dari perilaku negatif.
Sementara, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, menjelaskan kegiatan sosialisasi ini bertujuan memperluas jangkauan kemitraan serta menggenjot angka penghimpunan dana umat. Target perolehan zakat pun ditetapkan secara progresif guna memperluas cakupan penerima manfaat di seluruh wilayah.
"Target penghimpunan zakat nasional provinsi mencapai 35 miliar rupiah hingga Desember 2026 demi memperluas distribusi manfaat kepada masyarakat," kata Wawan Wahyuddin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....