Pemkab Lebak Siapkan Fasilitas Pengolahan Sampah di Citorek
- 21 Agt 2026 08:30 WIB
- Banten
Poin Utama
- Pemkab Lebak memulai persiapan pembangunan fasilitas pengolahan sampah di kawasan Citorek sebagai bagian dari program ISWMP yang komprehensif.
- Target eksekusi fisik fasilitas pengolahan sampah direncanakan pada tahun 2028 dengan persiapan program yang akan dikerjakan sepanjang 2027.
- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika, memimpin tahapan persiapan proyek infrastruktur lingkungan ini.
RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mulai mematangkan rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah di kawasan Citorek. Proyek ini disiapkan masuk dalam program Integrated Solid Waste Management Project (ISWMP) dengan target eksekusi fisik pada 2028 mendatang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika menuturkan, tahapan persiapan program bakal digodok sepanjang 2027.
"Rencana pembangunan fasilitas pengelolaan sampah di Citorek sudah masuk dalam perencanaan pemerintah daerah. Untuk tahap kesiapan program ditargetkan pada 2027, kemudian pembangunan fisiknya direncanakan mulai 2028," kata Irvan, Kamis, 20 Agustus 2026.
Irvan meluruskan persepsi warga agar tidak salah paham. Fasilitas yang akan berdiri di kawasan Citorek bukanlah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, melainkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
"Yang akan dibangun di Citorek bukan TPA, tetapi TPS3R," ucap Irvan.
Skema TPS3R dirancang untuk memotong volume sampah langsung dari sumbernya. Sampah rumah tangga maupun kawasan wisata tidak langsung dibuang menggunung, melainkan dipilah terlebih dahulu. Barang yang masih punya nilai guna atau bisa didaur ulang akan diolah di lokasi, sehingga hanya sisa sampah atau residu yang dikirim ke TPA.
"Dengan adanya fasilitas pengolahan di tingkat kawasan, sampah bisa terlebih dahulu dipilah dan diolah sehingga residu yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir dapat dikurangi," ujarnya.
Pemkab Lebak berharap keberadaan TPS3R ini tak cuma menyelesaikan persoalan kebersihan di kawasan Citorek, tetapi juga mampu mengedukasi warga sekitar agar lebih terbiasa memilah sampah sejak dari rumah. Fasilitas tersebut akan berbentuk Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle atau TPS3R.
“Yang akan dibangun di Citorek bukan TPA, tetapi TPS3R,” kata Irvan.
TPS3R merupakan fasilitas yang dirancang untuk mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya melalui sejumlah proses pengelolaan. Proses tersebut meliputi pengurangan sampah, penggunaan kembali, pemilahan, hingga pengolahan sebelum residu dibuang ke tempat pemrosesan akhir. Konsep tersebut memungkinkan sampah yang dihasilkan masyarakat tidak langsung dibuang seluruhnya ke tempat pemrosesan akhir.
Sampah terlebih dahulu dapat dipilah berdasarkan jenis dan karakteristiknya untuk kemudian dilakukan pengolahan sesuai dengan potensi yang dimiliki. Material yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali, sementara sampah yang dapat didaur ulang dapat diproses untuk mengurangi jumlah timbulan sampah.
Penerapan sistem tersebut diharapkan mampu menekan volume sampah yang pada akhirnya harus dibawa ke tempat pemrosesan akhir. “Dengan adanya fasilitas pengolahan di tingkat kawasan, sampah bisa terlebih dahulu dipilah dan diolah sehingga residu yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir dapat dikurangi,” kata Irvan.
Rencana pembangunan TPS3R di Citorek juga dinilai dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis kawasan. Fasilitas tersebut nantinya diharapkan menjadi salah satu sarana pengelolaan sampah yang mendukung kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....