Disnaker Lebak Kirim 152 Pekerja Migran Legal ke 14 Negara

  • 20 Agt 2026 11:51 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Sebanyak 152 Pekerja Migran Indonesia dari Kabupaten Lebak telah diberangkatkan ke luar negeri dalam kurun waktu Januari hingga Juli 2026.
  • Para pekerja migran tersebar di 14 negara tujuan yang tersebar di kawasan Asia dan Eropa dengan menempuh jalur resmi dan terdata.
  • Dinis Tenaga Kerja Kabupaten Lebak memastikan seluruh proses penempatan pekerja migran dilakukan sesuai prosedur dan regulasi yang berlaku.

RRI.CO.ID, Lebak - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 152 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal wilayahnya telah diberangkatkan ke luar negeri sepanjang Januari hingga Juli 2026. Ratusan tenaga kerja tersebut kini tersebar di 14 negara tujuan yang membentang di kawasan Asia dan Eropa.

Kepala Bidang Penempatan Perluasan dan Pelatihan Tenaga Kerja Disnaker Lebak, Deni Triasih, memastikan seluruh pekerja migran yang berangkat ini menempuh jalur resmi dan terdata secara prosedur. "Selama Januari hingga Juli 2026, sebanyak 152 pekerja migran asal Kabupaten Lebak telah diberangkatkan ke 14 negara di Asia dan Eropa," kata Deni, Kamis, 20 Agustus 2026.

Pemberangkatan secara prosedural ini menjadi harga mati bagi Pemkab Lebak demi menjamin keselamatan dan hak-hak pekerja selama mengadu nasib di negeri orang. Guna menutup celah keberangkatan ilegal, Disnaker menggandeng Perusahaan Tempat Tenaga Kerja Indonesia Swasta (P3MI) yang terdaftar resmi di Kementerian Ketenagakerjaan.

"Kami bekerja sama dengan perusahaan jasa tenaga kerja yang resmi dan terdaftar di Kementerian Tenaga Kerja agar PMI asal Lebak tidak berangkat secara non-prosedural. Kalau mereka berangkat melalui jalur resmi atau legal, tentu mendapatkan perlindungan dari pemerintah Indonesia maupun perusahaan yang memberangkatkan," ujar Deni.

Deni merinci, 14 negara yang menjadi tujuan para pekerja asal Lebak ini di antaranya Arab Saudi, Brunei Darussalam, Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Jepang, Malaysia, Singapura, Hong Kong, Taiwan, Slovakia, Jerman, hingga Turki.

Mereka mengisi pelbagai sektor pekerjaan, baik formal maupun nonformal. Lapangan kerja yang digeluti mulai dari perawat lansia dan bayi, pekerja salon, penjaga toko, buruh pabrik, mekanik bengkel, asisten rumah tangga, hingga sopir.

Rata-rata PMI asal Lebak yang berangkat tahun ini mengantongi ijazah tingkat SMA dan SMK. Sebelum diterbangkan, para calon pekerja dibekali pelatihan keterampilan dan bahasa asing sesuai kebutuhan negara tujuan.

Untuk menggembleng kemampuan calon tenaga kerja, Pemkab Lebak memanfaatkan fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) daerah yang berkolaborasi dengan Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) di Jakarta.

"Para tenaga migran sebelum diberangkatkan sudah memiliki kompetensi dan kemampuan bahasa yang sesuai kebutuhan tenaga kerja di negara yang dituju. Ini penting supaya mereka bisa langsung beradaptasi di tempat kerja," ucap Deni.

Maryati, 25, salah seorang PMI asal Kabupaten Lebak, mengaku merasa betah bekerja di Hong Kong sebagai perawat lansia. Ia mengatakan, kondisi tempat kerja yang nyaman menjadi salah satu alasan dirinya dapat menjalani pekerjaan dengan baik.

"Saya merasa betah bekerja di Hong Kong sebagai perawat lansia karena majikan saya cukup baik," ujar Maryati seraya berharap pengalaman bekerja di luar negeri dapat meningkatkan kesejahteraan dirinya sekaligus memberikan manfaat bagi keluarganya di Kabupaten Lebak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....