Gagal Panen Tahun Lalu, Durian Cibendung Kini Diburu Pengunjung
- 20 Agt 2026 11:17 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Buah durian lokal Kelurahan Cibendung, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, kembali ramai diburu pencinta durian dari berbagai daerah. Panen tahun ini membawa angin segar bagi penjual setelah musim sebelumnya gagal menghasilkan buah.
Founder Kebun Durian Si Becak, Arya mengatakan, produksi tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Dalam satu pohon, hasil panen bisa mencapai sekitar 50 buah. “Alhamdulillah tahun ini kita panen raya, walaupun sebenarnya ini panen penyelang karena di pertengahan tahun,” ujarnya kepada RRI, Kamis, 20 Agustus 2026.
Tahun lalu, kebun durian mengalami gagal panen akibat pengaruh cuaca, sehingga kondisi tersebut membuat tidak ada durian yang bisa dipasarkan kepada pengunjung. Tahun ini, kondisi berbalik, pohon kembali berbuah dan pengunjung mulai berdatangan untuk menikmati sekaligus membeli durian lokal langsung dari kebun.
Menurut pengelola, pembeli yang datang sebelumnya lebih banyak berasal dari Kota Serang, Kabupaten Serang dan Cilegon. Promosi melalui media sosial membuat durian lokal Cibendung mulai dikenal pencinta durian dari luar daerah. “Rata-rata dari media sosial. Kemarin pembeli yang terjauh datang ke sini dari Semarang,” katanya.
Harga durian pilihan di Kebun Si Becak berkisar Rp70 ribu hingga Rp300 ribu per buah. Durian dengan kualitas terbaik menjadi pilihan yang disediakan bagi pengunjung.
Durian Si Becak menjadi salah satu jenis yang paling banyak dicari. Ciri khasnya daging tebal, bentuk simetris, tekstur lembut serta rasa manis bercampur pahit.
Selain Si Becak, pengunjung dapat menemukan Si Kunyit, Si Makam dan berbagai jenis durian lainnya. Pengelola menyebut terdapat ratusan jenis durian di kawasan kebun.
Kunjungan berlangsung setiap hari dan biasanya meningkat pada akhir pekan. Pengunjung datang tidak hanya dari wilayah Serang dan Banten, tetapi juga dari luar daerah.
Salah seorang pengunjung asal Bandung, Syahrul, datang bersama rekan-rekannya untuk mencicipi durian langsung dari kebun.
Ia berangkat sejak subuh dari Bandung setelah mengetahui keberadaan kebun dari pemandu perjalanan yang sebelumnya melihat informasi mengenai durian Cibendung di media sosial. “Kalau sudah senang durian, enggak ada istilah jauh. Ini masih termasuk dekat,” ujarnya.
Syahrul mengatakan durian yang dinikmati langsung dari kebun memiliki pengalaman berbeda. Pengunjung bisa melihat buah yang jatuh dari pohon dan menikmati durian dengan tingkat kematangan maksimal. “Kalau di sini langsung dari jatuhan kita saksikan sendiri. Matangnya sudah 100 persen,” katanya.
Panen tahun ini membuat penjual kembali memiliki stok untuk dipasarkan sekaligus membuka peluang pendapatan setelah gagal panen tahun sebelumnya. Di sisi lain, ramainya pembeli dari berbagai daerah ikut memperkenalkan durian lokal Cibendung sebagai salah satu pilihan bagi pencinta durian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....