Pemkot Serang Targetkan Satu Dokter Tiap Kecamatan
- 20 Agt 2026 11:25 WIB
- Banten
Poin Utama
- Pemkot Serang meluncurkan program Satu Kelurahan Satu Sarjana yang ditargetkan berjalan pada 2026 untuk memberikan kesempatan pendidikan bagi warga berprestasi.
- Program Satu Kecamatan Satu Dokter akan dimulai pada 2027 dengan dukungan pembiayaan penuh dari pemerintah daerah untuk warga kurang mampu.
- Kedua program merupakan bagian dari inisiatif Serang Cerdas yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan berkualitas di Kota Serang.
RRI.CO.ID, Serang - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyiapkan program pendidikan secara bertahap melalui Satu Kelurahan Satu Sarjana yang ditargetkan berjalan pada 2026 dan Satu Kecamatan Satu Dokter mulai 2027. Kedua program tersebut menjadi bagian dari Serang Cerdas untuk memperluas akses pendidikan bagi warga Kota Serang yang memiliki kemampuan akademik, tetapi terkendala biaya.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi mengatakan, program Satu Kecamatan Satu Dokter disiapkan untuk memberikan kesempatan kepada warga kurang mampu menempuh pendidikan kedokteran dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah.
“Lalu tahun 2027 secara bertahap kita akan melakukan satu kecamatan satu dokter yang mana kita akan bekerja sama dengan Untirta yang ada di Kota Serang,” kata Budi, Rabu, 19 Agustus 2026.
Menurutnya, program tersebut disiapkan karena masih banyak anak Kota Serang yang memiliki keinginan menjadi dokter, tetapi terbentur biaya pendidikan. “Banyak anak kita yang ingin masuk dokter tapi enggak punya biaya, insyaallah akan dibiayai pemerintah,” ujarnya.
Budi mengatakan, pembiayaan pendidikan juga dapat diperkuat melalui dukungan pihak swasta dengan memanfaatkan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. “Bisa lewat CSR juga. Pokoknya kita upaya sudah sesuatunya, yang pasti gratis,” katanya.
Sebelum masuk pada program pendidikan dokter, Pemkot Serang terlebih dahulu menyiapkan Satu Kelurahan Satu Sarjana pada 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas kesempatan pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Asisten Daerah I Kota Serang, Anthon Gunawan mengatakan, Pemkot Serang sedang menyusun Peraturan Wali Kota sebagai dasar pelaksanaan program Satu Kecamatan Satu Dokter. “Apa yang disampaikan Pak Wali, kita mengejar target Perwali. Mudah-mudahan bisa selesai cepat dan paralel juga dengan MoU,” kata Anthon.
Untuk tahap awal, Pemkot Serang menyiapkan kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Namun, pemerintah daerah masih membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi lainnya.
Anthon menyebut, pemerintah menyiapkan anggaran Rp15 juta per semester untuk satu mahasiswa pendidikan dokter. Anggaran tersebut bersumber dari APBD Kota Serang.
“Anggaran untuk satu kecamatan, satu semesternya, satu UKT itu untuk dokter Rp15 juta dari APBD,” kata dia.
Penerima program nantinya tidak hanya ditentukan berdasarkan kondisi ekonomi. Pemkot Serang juga akan mempertimbangkan kemampuan akademik dan prestasi calon mahasiswa.
Mekanisme seleksi akan diatur dalam Perwal dengan melibatkan tim lintas organisasi perangkat daerah. Data kesejahteraan masyarakat juga akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan penerima manfaat.
“Yang masuk adalah mereka yang punya kemampuan dan prestasi, tetapi tidak punya kemampuan ekonomi,” ujar Anthon.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....