Pemkot Serang Siapkan Bonus Bagi Seniman Berprestasi
- 13 Jul 2026 09:39 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan menyiapkan bonus bagi pelaku seni yang berhasil mengharumkan nama daerah di tingkat nasional sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih. Saat ini, Pemkot Serang sedang mengkaji dasar hukum bagi seniman yang sukses meraih prestasi nasional.
Wacana ini mencuat usai kontingen Kota Serang berhasil meraih juara III pada ajang Pentas Seni Budaya Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Medan pada awal Juli 2026 lalu. Menurut Wali Kota Serang, Budi Rustandi, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas prestasi yang membawa nama baik Kota Serang di tingkat nasional.
"Alhamdulillah secara nasional kita meraih juara ketiga. Dari 105 peserta, Kota Serang berhasil berada di posisi ketiga. Insyaallah bonus akan kita usulkan dalam APBD Perubahan. Saat ini kami sedang mengkaji payung hukumnya agar bisa direalisasikan," ujarnya saat acara Nyala Karya di kawasan Royal Baroe pada Sabtu, 11 Juli 2026 kemarin.
Budi menilai, keberhasilan tersebut perlu diikuti dengan upaya memberi ruang bagi para pelaku seni untuk terus berkarya. Salah satunya melalui program Nyala Karya yang akan menjadi agenda rutin di kawasan Royal Baroe.
"Kegiatan ini bagian dari upaya meningkatkan muruah seni budaya di Kota Serang. Kami ingin seluruh paguyuban dan pelaku seni terus fokus melestarikan budaya daerah," katanya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan, Nyala Karya akan digelar setiap bulan sebagai wadah bagi komunitas seni untuk menampilkan karya kepada masyarakat.
"Kegiatan ini akan kami pentaskan setiap bulan di Royal Baroe agar pembangunan kawasan tersebut juga diisi dengan aktivitas kebudayaan," ujarnya.
Menurut Ahmad Nuri, pembangunan Kota Serang tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan identitas budaya. Ruang publik yang telah dibangun diharapkan menjadi tempat tumbuhnya aktivitas seni dan budaya.
"Kami ingin memajukan kota tanpa meninggalkan akar budayanya. Nyala Karya menjadi langkah awal untuk mewujudkan Kota Serang sebagai kota yang hidup dengan kebudayaannya," katanya.
Ia menambahkan, sekitar 20 pelaku seni yang tampil mewakili Kota Serang pada ajang APEKSI di Medan diusulkan menerima bonus apabila regulasi telah memungkinkan.
"Selama ada dasar hukumnya, bonus akan diusulkan dalam APBD Perubahan. Harapannya ini menjadi penyemangat bagi para pelaku seni untuk terus berkarya dan berprestasi," ujarnya.
Pada pelaksanaan perdana Nyala Karya, masyarakat disuguhi pertunjukan Larasing Kaibon, karya seni yang sebelumnya ditampilkan pada ajang APEKSI di Medan. Pertunjukan tersebut mengangkat sejarah dan nilai budaya Banten serta menjadi salah satu karya yang akan ditampilkan secara bergiliran dalam agenda bulanan Nyala Karya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....