DKPP Kabupaten Serang Salurkan 38 Pompa untuk Atasi Kekeringan Lahan Pertanian

  • 20 Agt 2026 07:44 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Pemerintah Kabupaten Serang memperkuat pemanfaatan irigasi pompa untuk membantu petani menghadapi kekeringan pada musim kemarau 2026. Teknologi tersebut digunakan untuk mengalirkan air dari irigasi, sungai maupun rawa menuju lahan pertanian yang mengalami kekurangan pasokan air.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang, Mochamad Agus, mengatakan hingga saat ini sekitar 38 unit pompa telah disalurkan ke wilayah yang membutuhkan. Pemanfaatannya dilakukan dengan melibatkan kelompok tani dan pendampingan dari dinas.

Menurut Agus, penentuan wilayah penerima irigasi pompa mempertimbangkan keberadaan sumber air. Pompa tidak dapat menjadi solusi utama bagi sawah tadah hujan karena lahan tersebut tidak memiliki sumber air yang dapat disedot.

“Yang kita prioritaskan adalah mereka yang punya sumber air. Kalau sawah tadah hujan enggak mungkin pakai air pompa,” kata Agus dalam program Indonesia Cerdas RRI Pro 1 Banten, Rabu, 19 Agustus 2026.

Satu unit pompa, lanjut Agus, dapat mengairi sekitar 10 hingga 15 hektare lahan. Air disedot dari sumber yang tersedia kemudian dialirkan menuju sawah milik anggota kelompok tani melalui jaringan yang telah disiapkan.

Pengelolaan irigasi pompa dilakukan secara swakelola oleh masyarakat melalui gabungan kelompok tani atau Gapoktan. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang memberikan pendampingan agar penggunaan air dapat dilakukan secara optimal dan tidak menimbulkan perebutan antarpetani.

Namun, ketersediaan pompa masih menjadi salah satu tantangan karena kebutuhan lahan yang cukup luas. Pengadaan sarana tersebut dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran pemerintah.

Selain irigasi pompa, pemerintah juga mengembangkan pemanfaatan tempat penampungan air. Salah satu pola yang telah diterapkan yakni mengambil air dari rawa, menampungnya, kemudian menyalurkannya ke sejumlah lahan pertanian.

“Karena debit airnya kurang, sehingga enggak bisa menyebar ke sawah-sawah. Untuk mengatasi itu dipakai irigasi pompa. Satu pompa bisa mengairi kurang lebih 10 sampai 15 hektare,” ujarnya.

Untuk lahan yang benar-benar bergantung pada hujan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang sedang mengusulkan pembangunan sumur dalam kepada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Upaya tersebut diharapkan menjadi alternatif sumber air bagi petani di wilayah yang tidak memiliki akses sungai maupun jaringan irigasi.

Pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi petani terdampak puso melalui Asuransi Usaha Tani Padi atau AUTP serta bantuan benih. Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan bantuan pangan beras bagi masyarakat terdampak kekeringan untuk menjaga ketersediaan pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....