BI Dorong Pelaku UMKM Tingkatkan Keamanan QRIS

  • 18 Agt 2026 16:20 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Bank Indonesia Banten mengingatkan pelaku UMKM untuk memperhatikan keamanan dalam penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS. Pengamanan kode QR dan pemeriksaan transaksi menjadi langkah penting untuk mencegah penyalahgunaan maupun penipuan dalam pembayaran digital.

Analis Yunior Fungsi Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Banten, Fildzah Fajrina, mengatakan pelaku UMKM perlu memastikan kode QRIS miliknya disimpan di tempat yang aman. Hal tersebut untuk meminimalkan risiko pergantian barcode oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain menjaga kode QRIS, pelaku usaha juga diminta tidak meminjamkan QRIS kepada pihak lain untuk digunakan dalam bertransaksi. Setiap transaksi yang dilakukan melalui QRIS perlu dipastikan masuk ke rekening merchant yang bersangkutan.

Fildzah menjelaskan, pelaku UMKM dapat memeriksa notifikasi pembayaran melalui email, mobile banking, atau dompet digital yang terhubung dengan rekening merchant. Pemeriksaan tanggal dan waktu transaksi juga perlu dilakukan sebelum barang atau jasa diserahkan kepada konsumen.

“Pastikan notifikasinya masuk ke email atau mobile banking, tetapi kalau memang belum terintegrasi, bisa dicek juga waktu dan tanggal transaksinya apakah real time,” kata Fildzah dalam program Literasi Digital RRI Pro 1 Banten, Selasa, 18 Agustus 2026.

Menurutnya, keamanan transaksi juga perlu diperhatikan dari sisi konsumen. Sebelum melakukan pembayaran, konsumen sebaiknya memastikan nama merchant yang muncul pada barcode QRIS sesuai dengan toko atau pelaku usaha tempat bertransaksi.

Langkah tersebut penting untuk menghindari pembayaran kepada pihak yang tidak sesuai. Apabila nama merchant berbeda dengan toko yang dituju, konsumen disarankan melakukan konfirmasi kepada pelaku usaha atau menggunakan metode pembayaran alternatif.

Fildzah juga menjelaskan, QRIS memberikan manfaat dari sisi efisiensi karena transaksi dapat dilakukan tanpa uang tunai. Bagi UMKM, sistem tersebut membantu mengurangi kebutuhan menyediakan uang kembalian sekaligus menekan risiko penerimaan uang palsu maupun pencurian uang tunai.

Ia menambahkan, penggunaan QRIS di Banten terus berkembang. Sejak diluncurkan pada 2019, jumlah pengguna dan merchant QRIS di Banten menunjukkan tren peningkatan dan menjadikan provinsi ini salah satu wilayah dengan penggunaan QRIS terbesar di Indonesia.

“Jangan takut untuk mulai adaptasi dengan sistem pembayaran digital. Sama-sama sampai tujuan, tapi beda kecepatan, efisiensi dan kenyamanannya,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....