QRIS Bantu UMKM Perluas Akses Pasar

  • 18 Agt 2026 16:19 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS dinilai memberikan kemudahan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM dalam memperluas akses pasar. Sistem pembayaran digital tersebut memungkinkan transaksi dilakukan secara praktis tanpa ketergantungan pada uang tunai.

Analis Yunior Fungsi Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Banten, Fildzah Fajrina, mengatakan QRIS tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha. Pelaku UMKM dapat menggabungkan pembayaran digital dengan pemasaran digital maupun penjualan melalui marketplace.

Menurutnya, integrasi tersebut membuat jangkauan pasar UMKM menjadi lebih luas. Konsumen dapat melakukan pembayaran menggunakan QRIS dalam berbagai transaksi, termasuk transaksi yang dilakukan secara daring.

“Harapannya teman-teman UMKM, teman-teman pelaku usaha itu bisa memanfaatkan QRIS ini tidak hanya sebagai alat pembayaran, tetapi juga bagian dari strategi bisnisnya,” kata Fildzah dalam program Literasi Digital RRI Pro 1 Banten, Selasa, 18 Agustus 2026.

Fildzah menjelaskan, salah satu inovasi QRIS yang dapat mendukung perluasan pasar adalah QRIS Tanpa Tatap Muka. Melalui skema tersebut, pelaku usaha dapat mengirimkan kode QRIS kepada konsumen melalui WhatsApp atau layanan pesan lainnya. Konsumen kemudian dapat melakukan pembayaran melalui mobile banking maupun dompet digital.

Selain itu, QRIS juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung transaksi wisatawan dari luar negeri. Menurut Fildzah, QRIS telah dapat digunakan dalam transaksi lintas negara dengan sejumlah negara, seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Transaksi lintas negara tersebut memungkinkan wisatawan dari negara mitra melakukan pembayaran di Indonesia menggunakan QRIS. Sebaliknya, masyarakat Indonesia juga dapat menggunakan QRIS pada merchant yang menerima pembayaran tersebut di negara mitra.

Fildzah menambahkan, transaksi lintas negara dapat memberikan peluang bagi UMKM untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Digitalisasi pembayaran sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk beradaptasi dengan perkembangan perdagangan dan pariwisata.

“Jadi itu yang pertama, dan yang kedua untuk perkembangan usahanya ini bisa melalui kredit profile, terutama salah satu penilaian itu kan pencatatan transaksi,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....