Pemkot Serang Hidupkan Royal Baroe dengan Pawai dan Kalender Kebudayaan
- 18 Agt 2026 13:28 WIB
- Banten
Poin Utama
- Royal Baroe Kota Serang akan dijadikan sebagai ruang kegiatan budaya secara rutin oleh Pemerintah Kota Serang.
- Pemerintah Kota Serang menyiapkan pawai budaya sebagai agenda tahunan dan kalender kebudayaan untuk menghidupkan kawasan Royal Baroe.
- Rencana pengembangan kawasan budaya disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Ahmad Nuri, setelah pelaksanaan pawai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HUT Kota Serang pada Senin malam, 17 Agustus 2026.
RRI.CO.ID, Serang - Royal Baroe Kota Serang diproyeksikan menjadi ruang kegiatan budaya secara rutin. Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyiapkan pawai budaya sebagai agenda tahunan sekaligus kalender kebudayaan untuk menghidupkan kawasan tersebut.
Rencana itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri setelah pawai kebudayaan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HUT Kota Serang, Senin malam, 17 Agustus 2026.
“Event tahunan ini akan kita laksanakan. Terus yang kedua kita akan ada kalender kebudayaan yang khusus mengisi di sini,” ujar Ahmad Nuri.
Ia mengatakan, sejumlah kegiatan budaya sebelumnya sudah digelar di Royal Baroe, salah satunya Jawara Muda yang diikuti ribuan peserta. Kegiatan serupa akan terus diisi agar kawasan tersebut tidak hanya menjadi tempat aktivitas perdagangan.
“Tidak hanya identik dengan soal transaksi perdagangan saja, tapi juga ada nilai kebudayaan yang mengisi di Royal Baroe ini. Karena Royal Baroe adalah sebuah simbol kultural yang ada di Kota Serang, maka kita harus mengisinya dengan kebudayaan itu sendiri,” katanya.
Pawai budaya yang digelar kali ini diikuti sekitar 104 kelompok dengan jumlah peserta hampir 1.200 orang. Tema Song Patok dipilih untuk mengangkat salah satu warisan budaya Kota Serang yang identik dengan ayam.
Antusiasme warga juga terlihat dari puluhan ribu masyarakat yang memadati kawasan Royal Baroe. Wali Kota Serang, Budi Rustandi mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah ramai pengunjungnya. Ini bagian dari kita sama-sama melestarikan budaya di Kota Serang,” ujar Budi.
Menurut Budi, pawai budaya sudah menjadi bagian dari tradisi dalam peringatan HUT Kota Serang. Pesertanya berasal dari berbagai unsur, termasuk organisasi perangkat daerah dan masyarakat di luar lingkungan pemerintah.
“Pawai ini diikuti banyak peserta, baik dari OPD maupun dari luar OPD. Semuanya ikut berpartisipasi untuk meramaikan HUT Kota Serang,” katanya.
Budi berharap kebudayaan Kota Serang terus berkembang dan dikenal lebih luas, termasuk hingga tingkat internasional. Ia menyebut batik Kota Serang pernah dibawanya ke luar negeri untuk memperkenalkan budaya daerah.
“Harapannya kebudayaan Kota Serang bisa maju dan berkembang, dikenal oleh seluruh daerah yang lain, bahkan sampai internasional,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....