Bupati Serang Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan
- 18 Agt 2026 10:56 WIB
- Banten
Poin Utama
- Pemkab Serang menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan selama satu bulan ke depan untuk mempercepat penanganan dampak musim kemarau yang meluasa.
- Penetapan status darurat ini dilakukan untuk mempercepat koordinasi bantuan dengan Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah pusat dalam mengatasi krisis kekeringan.
RRI.CO.ID, Serang - Meluasnya dampak musim kemarau membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang resmi menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan selama satu bulan ke depan. Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan dan koordinasi bantuan dengan Pemerintah Provinsi Banten serta pemerintah pusat.
Momen peringatan HUT ke-81 RI pada Senin, 17 Agustus 2026 pun dimanfaatkan Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, untuk turun langsung menyuplai air bersih dan paket pangan ke wilayah terdampak paling parah. Dua lokasi yang disasar yaitu Kampung Kuaron di Kecamatan Binuang dan Kampung Periuk di Kecamatan Carenang.
Bupati menyebut krisis air bersih kini menjangkau setidaknya enam kecamatan, meliputi Tirtayasa, Carenang, Petir, Binuang, Baros, hingga Ciomas. "Hari ini, alhamdulillah di hari HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, saya berkunjung di dua desa," ujar Ratu Rachmatuzakiyah di sela-sela penyerahan bantuan.
Dalam peninjauan tersebut, Pemkab Serang tidak hanya mengerahkan armada tangki air, tetapi juga menggelontorkan bantuan pangan cadangan beras dari Badan Pangan Nasional melalui Kemenko Pangan. Setiap kepala keluarga (KK) terdampak mengantongi bantuan beras sebanyak 30 kilogram.
Zakiyah menegaskan, jajarannya bakal mengevaluasi status siaga darurat ini secara berkala sesuai kondisi lapangan. Jika hujan mulai turun dan pasokan air membaik, status tersebut akan dicabut.
"Penetapan status ini jadi dasar kita untuk gerak cepat. Bantuan akan terus diguyur selama masyarakat masih membutuhkan," katanya.
Di tengah ancaman kemarau yang makin terik, Bupati mewanti-wanti warga agar lebih hemat mengolah persediaan air yang ada. Ia juga meminta para kepala desa dan camat aktif menyisir wilayahnya agar tidak ada warga yang terlewat dari bantuan.
"Kami minta warga bijak pakai air, jangan boros. Kalau di lapangan ada daerah yang pasokan airnya habis, langsung lapor ke kades atau camat supaya armada tangki langsung meluncur," ujar Zakiyah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....