Dari Balik Lapas, Warga Binaan di Banten Hasilkan Produk Bernilai Jual
- 18 Agt 2026 08:14 WIB
- Banten
Poin Utama
- Warga binaan Lapas Kelas IIA Serang memproduksi berbagai produk bernilai ekonomi meliputi jahe instan, sepatu, paving block, dan telur ayam sebagai bagian dari pembinaan keterampilan.
- Program produksi warga binaan memberikan upah dan premi langsung kepada narapidana sebagai insentif selama menjalani masa pidana mereka.
- Produk-produk hasil karya warga binaan dipamerkan dalam acara resmi penyerahan remisi HUT ke-81 RI di Lapas Serang pada 17 Agustus 2026.
RRI.CO.ID, Serang - Dari balik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), warga binaan di Banten menghasilkan beragam produk yang memiliki nilai ekonomi. Hasilnya mulai dari jahe instan, sepatu, paving block hingga telur ayam dipamerkan dalam kegiatan penyerahan remisi HUT ke-81 RI di Lapas Kelas IIA Serang, Senin, 17 Agustus 2026.
Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Banten, Lili mengatakan, kegiatan produksi menjadi bagian dari pembinaan keterampilan warga binaan selama menjalani masa pidana. "Jadi, warga binaan bekerja di dalam itu dan hasilnya mereka juga dapat upah, mendapat premi," ujar Lili.
Di Lapas Kelas IIA Serang, warga binaan memproduksi jahe instan. Produk tersebut menjadi salah satu hasil karya yang ditampilkan dalam pameran hasil pembinaan warga binaan se-Banten.
Sementara di Lapas Kelas I Tangerang, warga binaan mengembangkan produksi paving block dan bahan bangunan melalui Jawara Beton. Produk tersebut dibuat sebagai bagian dari kegiatan kerja dan pembinaan keterampilan.
Warga binaan Rutan Tangerang juga memproduksi sepatu dengan nama Sepatu Rutira. Produk ini menjadi salah satu hasil keterampilan yang dikembangkan untuk memberikan pengalaman kerja kepada warga binaan.
Pembinaan dengan skala lebih besar dilakukan di Lapas Terbuka Ciangir di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Warga binaan mengelola peternakan ayam petelur dengan jumlah sekitar 45.000 ekor.
Telur yang dihasilkan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan lapas dan rutan di wilayah Banten. Lapas Terbuka Ciangir juga memiliki lahan pertanian serta peternakan domba dan kambing di area sekitar 23 hektare.
Lili mengatakan, hasil penjualan produk warga binaan diberikan dalam bentuk premi atau tabungan. Penghasilan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga binaan selama berada di dalam lapas sekaligus membantu keluarga.
"Jadi mereka bisa membiayai dirinya di dalam, bisa beli kopi, bisa memberi menafkahi keluarganya," katanya.
Pameran produk digelar untuk memperkenalkan hasil karya warga binaan kepada masyarakat. Lili juga mengajak pengunjung membeli produk yang dipamerkan karena hasil penjualannya kembali memberikan manfaat bagi warga binaan.
"Pantang pulang sebelum barang laris terjual," ujar Lili.
Kegiatan tersebut menjadi bekal bagi warga binaan sebelum kembali ke masyarakat. Keterampilan dan pengalaman kerja yang diperoleh selama di Lapas diharapkan dapat dilanjutkan setelah mereka bebas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....