Maknai Kemerdekaan, Warga Sukadiri Bentangkan Bendera 81 Sepanjang Meter

  • 18 Agt 2026 00:52 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter membentang di kawasan Keraton Surosowan, Banten Lama, Kota Serang, Senin, 17 Agustus 2026. Pembentangan bendera dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI itu sekaligus memaknai kembali jejak sejarah Banten di tengah situs peninggalan Kesultanan Banten.

Bendera tersebut dibawa warga Lingkungan Sukadiri, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, dalam rangkaian pawai budaya menuju Keraton Surosowan. Tak hanya bendera, warga membawa sejumlah miniatur dalam pawai, seperti Masjid Agung Banten, golok, pedang, hingga burung Garuda berukuran raksasa. Seluruh properti dibuat sendiri oleh warga Lingkungan Sukadiri dari hasil pengumpulan sampah.

Ketua Sukadiri Squad, Miftahullah, mengatakan kegiatan tersebut menggabungkan peringatan kemerdekaan dengan pengenalan sejarah dan budaya Banten. "Kami konsepnya drama kolosal, mengangkat tokoh Banten yang mungkin anak muda sekarang tidak tahu. Kita angkat Kiai Haji Ahmad Khatib dan Kiai Haji Sam'un," ujar Miftahullah.

Pembentangan bendera dilakukan di kawasan Keraton Surosowan yang menjadi salah satu peninggalan Kerajaan Banten. Warga membawa simbol budaya dan sejarah Kesultanan Banten untuk memperkuat nuansa kegiatan.

Miniatur Masjid Agung Banten, golok, pedang dan burung Garuda raksasa menjadi bagian dari properti pawai. Menurut Miftahullah, seluruhnya dibuat warga menggunakan bahan dari sampah yang dikumpulkan.

"Ini kita buat dari hasil pengumpulan sampah. Benderanya juga kita buat sendiri, termasuk miniatur untuk pawai," katanya.

Selain pawai dan pembentangan bendera, warga menampilkan drama kolosal yang mengambil cerita Banten pada masa perjuangan kemerdekaan. Drama tersebut mengisahkan empat pemuda yang mendapat mandat dari Khairul Saleh dan Bung Karno untuk menyebarkan kabar kemerdekaan Indonesia ke berbagai daerah.

Keempat pemuda kemudian tiba di Banten dan bertemu Kiai Haji Ahmad Khatib serta Kiai Haji Sam'un. Dalam cerita, keduanya menjadi tokoh yang menerima dan ikut menyebarluaskan kabar Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 di wilayah Banten.

Miftahullah mengatakan pengangkatan tokoh tersebut bertujuan mengenalkan sejarah perjuangan Banten kepada generasi muda.

"Anak muda sekarang mungkin tidak tahu tokoh-tokoh Banten sesungguhnya siapa. Oleh karena itu kita angkat Kiai Haji Ahmad Khatib dan Kiai Haji Sam'un," ujarnya.

Rangkaian kegiatan melibatkan warga Lingkungan Sukadiri, termasuk ibu-ibu dan warga pendatang. Jumlah peserta diperkirakan sekitar 600 orang dari sekitar 500 kepala keluarga.

Kegiatan berlangsung dengan pawai, pembentangan bendera, hingga drama kolosal. Warga membawa identitas budaya Banten sekaligus memanfaatkan sampah menjadi berbagai karya untuk kegiatan kemerdekaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....