Harga Ayam Potong di Pandeglang Tembus Rp40.000 Per Kilo

  • 16 Agt 2026 10:37 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Harga komoditas daging ayam potong di Pasar Badak Kabupaten Pandeglang mengalami lonjakan drastis hingga menembus angka 40 ribu rupiah per kilogram. Kenaikan harga pangan tersebut dikeluhkan oleh para pedagang pasar tradisional lantaran memicu penurunan omset penjualan secara signifikan.

Pedagang ayam potong di Pasar Badak, Endi, menyatakan lonjakan harga sudah berlangsung secara bertahap sejak sebulan terakhir akibat peningkatan permintaan pasar yang tinggi. Melonjaknya biaya produksi pakan ternak serta kebutuhan pasokan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dikatakannya turut memicu kenaikan harga secara terus-menerus.

"Sekarang harga patokan di kisaran Rp40.000 sampai Rp42.000 per kilogram dari harga sebelumnya sekitar Rp33.000 rupiah. Faktor kenaikan ini dari permintaan masyarakat yang tinggi, harga pakan naik, serta pasokan banyak terserap untuk program Makan Bergizi Gratis," ujar Endi, Sabtu 15 Agustus 2026.

Dampak dari lonjakan harga daging ayam tersebut dirasakan langsung oleh para pedagang melalui merosotnya jumlah penjualan harian di lapak pasar. Endi menyebut volume penjualannya anjlok drastis hingga mencapai 40 persen akibat melemahnya daya beli masyarakat setempat.

"Omzet penjualan jelas mengalami penurunan drastis karena biasanya sanggup menjual sampai dua kintal tetapi sekarang satu kintal saja tidak habis," kata Endi.

Senada dengan hal tersebut, pedagang ayam potong lainnya, Acep, mengungkapkan harga komoditas daging ayam yang sebelumnya berada di harga Rp33.000 sampai Rp38.000 kini merangkak naik diharga Rp40.000 hingga Rp43.000. Ia mengaku kondisi tersebut sangat memberatkan pada pedagang karena berdampak pada daya beli masyarakat.

"Harga ayam sekarang melonjak naik menjadi Rp40.000 hingga Rp43.000. Kondisi ini sangat memberatkan pedagang karena barang sulit didapat serta pembeli tidak kuat membeli," ujar Acep.

Keluhan juga disampaikan oleh salah seorang konsumen pasar, Uju, yang merasa keberatan atas tingginya harga daging ayam di pasaran. Pembeli terpaksa mengurangi jumlah kuota pembelian harian guna menyiasati tingginya pengeluaran belanja rumah tangga.

"Harga sekarang terasa sangat kemahalan bagi kami sebagai pembeli apalagi menjelang peringatan hari besar Maulid Nabi. Kami terpaksa mengurangi jumlah pembelian dari rencana dua kilogram menjadi hanya satu kilogram saja," ucap Uju.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....