Bedah Rumah Lebak, Kolaborasi Perkuat Hunian Layak MBR

  • 14 Agt 2026 06:29 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Peresmian Program Bedah Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) hasil kolaborasi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, Kamis, 13 Agustus 2026 di Kampung Alun-Alun, Desa Warunggunung, Kecamatan Warunggunung, dihadiri Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah. Program sosial tersebut mengusung tema "Rumah Bersih, Keuangan Bersih". Dilaksanakan dalam rangka memperingati Gerakan Nasional 24 Tahun Rezim Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APUPPT) Indonesia.

Gerakan nasional tersebut membawa visi "Menyatukan Langkah Indonesia Anti Pencucian Uang (MULIA)".

Melalui momentum tersebut, PPATK bersama BTN menghadirkan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dalam pelaksanaan di Kabupaten Lebak, program bedah rumah berhasil menyelesaikan perbaikan terhadap lima unit rumah milik masyarakat berpenghasilan rendah.

Perbaikan tersebut diharapkan memberikan hunian yang lebih layak, sehat, dan aman bagi keluarga penerima manfaat. Program itu sekaligus menjadi bentuk kepedulian lembaga negara dan dunia perbankan terhadap persoalan sosial di daerah.

Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menyampaikan apresiasi kepada PPATK dan BTN atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Lebak. Bantuan bedah rumah memberikan manfaat nyata bagi keluarga berpenghasilan rendah yang selama ini menghadapi keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan hunian layak.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Melalui program bedah rumah ini, masyarakat kami yang berpenghasilan rendah sangat terbantu," ujar Amir Hamzah.

Ia kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam merealisasikan program tersebut. "Sekali lagi, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya," katanya.

Amir mengatakan persoalan hunian layak merupakan salah satu kebutuhan dasar yang terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lebak. Pemerintah daerah, kata dia, juga menjalankan berbagai program untuk membantu masyarakat miskin, termasuk melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dibiayai melalui APBD.

"Pemkab Lebak terus berupaya membantu masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni melalui berbagai program yang kami laksanakan," ujar Amir.

Kolaborasi antara pemerintah, lembaga negara, dan sektor swasta diperlukan agar cakupan bantuan hunian layak dapat semakin luas. Ia berharap program seperti bedah rumah tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh tempat tinggal yang memenuhi standar kelayakan.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan penyediaan rumah layak huni memiliki keterkaitan erat dengan upaya membangun kesejahteraan keluarga. Ivan mengatakan rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga menjadi lingkungan penting dalam membangun keluarga yang sehat, aman, dan memiliki kehidupan yang lebih baik.

"Penyediaan rumah layak huni menjadi bagian dari upaya kita membangun kesejahteraan dan integritas keluarga," kata Ivan.

Ia menjelaskan program bedah rumah di Lebak juga merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan Gerakan Nasional APUPPT Indonesia. "Program bedah rumah ini merupakan salah satu wujud program gerakan nasional, sekaligus wujud nyata dalam mendukung kebijakan dan arahan Presiden untuk masyarakat," ujar Ivan.

Diharapkan kolaborasi tersebut dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus memperkuat pesan bahwa pemberantasan pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme memiliki dimensi sosial yang luas. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon Napitupulu mengatakan persoalan hunian layak masih menjadi pekerjaan rumah besar di tingkat nasional.

"Persoalan hunian layak masih menjadi pekerjaan rumah besar secara nasional," kata Nixon.

Sebagai bank yang mendapatkan mandat dalam pembiayaan perumahan rakyat, Nixon menegaskan BTN akan terus mengambil peran dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak. "Sebagai bank yang mendapatkan mandat dalam pembiayaan perumahan rakyat, BTN terus berperan dalam menyediakan akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah," ujarnya.

Nixon menilai pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah membutuhkan sinergi berbagai pihak. Kolaborasi dengan PPATK dan pemerintah daerah menjadi salah satu bentuk dukungan untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Program bedah rumah di Warunggunung pun menjadi gambaran bahwa agenda pembangunan kesejahteraan dapat berjalan beriringan dengan gerakan nasional membangun sistem keuangan yang bersih dan berintegritas.

Dengan selesainya lima unit rumah MBR di Kabupaten Lebak, PPATK dan BTN berharap manfaat program "Rumah Bersih, Keuangan Bersih" dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menghadirkan hunian layak sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....